Pertumbuhan Kredit Bank BJB (BBJR) Capai 6,8 Persen Menjadi Rp91,2 Triliun

05 Agustus 2021 16:00 WIB

Penulis: Muhamad Arfan Septiawan

Editor: Rizky C. Septania

CS bank BJB melayani nasabah (istimewa)

JAKARTA – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BBJR) menorehkan pertumbuhan kredit pada semester I-2021. Kredit di Bank BJB pada paruh pertama tahun ini mengalami kenaikan 6,8% year on year (yoy).

Total kredit emiten berkode BJBR secara bank only pada semester I-2021 naik menjadi Rp91,2 trilun dari sebelumnya Rp84,99 triliun pada semester I-2020.

“Pertumbuhan yang perseroan catatkan lebih tinggi dibandingkan seluruh industri perbankan nasional yang saat ini masih minus 1,23 persen,” ucap Direktur Utama (Dirut) Bank BJB dalam keterangan tertulis, Kamis, 5 Agustus 2021.

Berdasarkan laporan keuangan BJBR, pertumbuhan kredit itu didominasi oleh kredit konsumer yang naik 4,2% yoy menjadi Rp60,8 triliun. Meski begitu, ada peningkatan signifikan hingga 18,8% dari segmen kredit komersial yang tumbuh 18,8% menjadi Rp17,3 triliun.

Meski begitu, kredit Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) masih terkontraksi 3,8% yoy. Realisasi kredit bisnis wong cilik ini merosot dari Rp6 triliun pada semester I-2020 menjadi Rp5,8 triliun pada semester I-2021.

Yuddy mengatakan masih terkontraksinya kredit UMKM dipicu kondisi psikologis pelaku usaha untuk menahan ekspanasi. Dirinya menyebut jika ketidakpastian ekonomi akibat pandemi COVID-19 semakin menurun, kredit UMKM bakal segera mengalami pertumbuhan.

Selain itu, adanya insentif yang digulirkan pemerintah kepada sektor properti dikatakan Yuddy punya implikasi positif terhadap pertumbuhan Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Segmen KPR mampu melaju 12,5% dengan realisasi penyaluran mencapai Rp7,2 triliun.

Performa kredit Bank BJB yang berhasil lampaui industri perbankan nasional membuat perseroan meraih kenaikan laba bersih 14,42% yoy dari RP807,92 miliar pada semester I-2020 menjadi Rp942,42 miliar pada paruh pertama tahun ini.

laba bersih BJBR disumbang oleh naiknya pendapatan bunga sebanyak 7,85% yoy menjadi Rp6,48 triliun. 

Ditambah lagi, Bank BJB berhasil menekan beban bunga menjadi Rp2,78 triliun atau turun 5,05%. Dengan begitu, pendapatan bunga bersih tumbuh 20,14% yoy menjadi Rp3,69 triliun dari semula Rp3,08 triliun. 

Adapun kualitas kreditnya, rasio non performing loan (NPL) gross berhasil turun ke level 1,34% dari periode tahun lalu sebesar 1,60%. Sementara itu, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) juga naik 9,10% ytd menjadi Rp116,14 triliun. 

Perseroan juga mencatat total aset konsolidasi naik sebesar 6,75% ytd. Total aset pada akhir Desember 2020 sebesar Rp140,93 triliun, naik menjadi Rp150,44 triliun pada Juni 2021.

Berita Terkait