Pertumbuhan Industri Tekstil Dan Pakaian Jadi di Tengah Pandemi

06 Oktober 2021 19:33 WIB

Penulis: Panji Asmoro

Editor: Ismail Pohan

Suasana perdagangan di salah satu pusat fashion dan pakaian jadi Pasar Pagi Mangga Dua, Rabu 6 Oktober 2021. Foto : Panji Asmoro/TrenAsia (trenasia.com)

Perekonomian nasional mulai bangkit pada triwulan II 2021. Namun, tidak demikian dengan industri tekstil dan pakaian jadi yang masih mengalami kontraksi minus 4,54 persen. Penguatan dan stimulus khusus perlu diberikan pada industri tekstil dan pakaian jadi lantaran merupakan satu-satunya industri unggulan yang masih mengalami kontraksi pada triwulan II 2021. Keberlanjutan industri tersebut mampu menyelamatkan jutaan tenaga kerja dan kinerja ekonomi secara keseluruhan. 

Kembali bangkitnya perekonomian nasional pada triwulan II 2021 tak lepas dari kinerja sejumlah sektor pembentuknya, salah satunya industri pengolahan. Sektor tersebut tumbuh positif sebesar 6,58 persen dan menjadi kontributor terbesar sumber pertumbuhan triwulan II 2021. Industri pengolahan menyumbang 1,35 persen dari total pertumbuhan 7,07 persen perekonomian nasional.Pada 2018, industri tekstil dan pakaian jadi menyumbang 6,41 persen pada industri pengolahan non migas. Kontribusinya meningkat tajam pada 2019 menjadi 7,41 persen pada tahun berikutnya. 

Peningkatan terjadi seiring menguatnya kinerja industri padat karya tersebut. Memasuki awal 2019, industri tekstil dan pakaian jadi mengalami pertumbuhan positif tertinggi dibandingkan industri lainnya, yakni sebesar 18,98 persen. Pertumbuhannya semakin menggeliat di triwulan II menjadi 20,71 persen. Sepanjang 2019, pertumbuhannya sebesar 15,35 persen, tiga kali lipat pertumbuhan PDB nasional. Cepatnya perputaran ekonomi industri tersebut didorong oleh melimpahnya permintaan, terutama pasar luar negeri. Foto : Panji Asmoro/TrenAsia

Berita Terkait