Pertamina Hulu Mahakam Mulai Garap Anjungan Lepas Pantai Kaltim

April 03, 2021, 08:20 AM UTC

Penulis: AZ

Pengapalan kaki anjungan lepas pantai dalam proyek Jumelai, Lapangan Sisi Nubi, dan South Mahakam (JSN) di Kalimantan Timur/Pertamina.

JAKARTA- PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) mulai melaksanakan pengapalan kaki anjungan lepas pantai serta bersiap memulai pembangunan anjungan dalam proyek Jumelai, Lapangan Sisi Nubi, dan South Mahakam (JSN) di Kalimantan Timur.

General Manager Pertamina Hulu Mahakam Agus Amperianto dalam mengatakan proyek pembangunan tiga anjungan lepas pantai itu memiliki nilai investasi US$105 juta yang ditargetkan bisa mendukung 20 persen produksi minyak dan gas bumi pada 2024 mendatang.

“Saat produksi puncak, kontribusi dari ketiga anjungan ini diharapkan akan mencapai 120 MMscfd,” kata Agus Amperianto Jumat 2 April 2021.

Pada 30 Maret lalu, Pertamina Hulu Makaham telah melaksanakan pengapalan kaki anjungan JML1 dari galangan pembuatannya di Pulau Bintan, Kepulauan Riau, menuju lokasi penempatannya di Selat Malaka, Balikpapan, Kalimantan Timur.

Selanjutnya, kaki anjungan akan dipasang pada proyek JSN yang berlokasi di lepas pantai untuk mengeksploitasi minyak dan gas bumi.

Kaki anjungan JML1 memiliki berat 565 ton, sedangkan keseluruhan berat untuk ketiga kaki anjungan nantinya dapat mencapai 2.000 ton. Apabila digabungkan dengan pile dan conductor pipe dari ketiga anjungan, maka berat total bisa mencapai 5.000 ton.

Pada pertengahan April 2021, kedua kaki anjungan lepas pantai lainnya juga akan menyusul dikirim ke lokasi kilang. Setelah itu, perseroan akan melakukan pemasangan instalasi pipeline menuju fasilitas terpasang sepanjang 16 kilometer.

Kepala Divisi Manajemen Proyek dan Pemeliharaan Fasilitas SKK Migas Luky Yusgiantoro menyambut baik pelaksanaan pengapalan kaki anjungan tahap pertama sebagai salah satu milestone utama proyek JSN. “Kegiatan ini merupakan upaya mendukung pencapaian target produksi minyak 1 juta barel dan gas 12 miliar kaki kubik per hari pada 2030,” kata Luky Yusgiantoro.