Pertamina Catat Konsumsi BBM di Jatimbalinus Turun Saat Nataru

January 13, 2021, 04:16 PM UTC

Penulis: Ananda Astri Dianka

Pengisian bahan bakar di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), di kawasan Kuningan, Jakarta, 10 Agustus 2020 lalu. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA – PT Pertamina (Persero) melaporkan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) mengalami penurunan secara merata selama periode Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 di wilayah Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur (Jatimbalinus).

Executive General Manager (EGM) Pertamina Marketing Region Jatimbalinus C.D. Sasongko menyatakan, konsumsi BBM jenis gasoline (Premium, Pertalite, Pertamax dan Pertamax Turbo) mengalami penurunan sebesar 5%.

Padahal, rerata konsumsi harian pada masa normal yakni Januari-November 2020 tercatat sebanyak 16.900 kilo liter (kl) per hari. Sedangkan kini turun menjadi 16.100 kl per hari.

“Jika dibandingkan dengan data konsumsi Nataru 2019/2020, BBM jenis gasoline juga turun lebih jauh lagi sebesar 15 persen,” kata Sasongko dalam keterangan resmi, Rabu, 13 Januari 2021.

Setali tiga uang, produk BBM jenis gasoil (BioSolar, Dexlite dan Pertamina Dex) juga turun 11%. Normalnya, rerata konsumsi harian sebanyak 7.500 kl per hari, lalu menjadi 6.600 kl per hari.

Jika dibandingkan dengan data periode yang sama tahun lalu, rata-rata konsumsi harian ini turun sebesar 17%.

“Ini menunjukkan masyarakat lebih memilih untuk tidak melakukan perjalanan mudik atau berpergian untuk rekreasi selama Natal dan Tahun Baru,” ujar Sasongko.

Berlainan dengan catatan konsumsi produk BBM gasoline dan gasoil, konsumsi bahan bakar pesawat udara, Avtur mengalami peningkatan sebesar 13% dibanding rata-rata harian normal, dari 910 kl per hari menjadi 1.030 kl per hari.

Selanjutnya, Liquified Petroleum Gas (LPG) di wilayah Jatimbalinus, rata-rata konsumsi harian LPG bertambah sebesar 85 dari rata-rata harian normal sebanyak 5.300 metrik ton (mt) per hari, menjadi 5.700 mt per harinya.