Pertama Kali! Tim Dokter Amerika Berhasil Lakukan Transplantasi Jantung Babi ke Manusia

14 Januari 2022 21:30 WIB

Penulis: Fadel Surur

Editor: Rizky C. Septania

Tim Dokter di Amerika Berhasil Melakukan Transplantasi Jantung Babi pada Manusia Untuk Pertama Kalinya. (Reuters)

MARYLAND - David Bennett, seorang pria asal Maryland, A.S. menjadi orang pertama yang menerima transplantasi jantung yang dimodifikasi dari seekor babi.

David yang berusia 57 tahun mengidap penyakit jantung terminal dan berhasil melewati operasi pertama jenis itu. Menurut laporan pada hari Senin, 10 Januari 2022 atau tiga hari setelah operasi, pasien itu dalam keadaan normal, seperti dikutip oleh TrenAsia.com dari Reuters pada 14 Januari 2022.

Prosedur operasi yang memakan waktu 7 jam itu dianggap sebagai harapan terakhir untuk menyelamatkan hidup David.

Operasi itu dijalankan oleh tim dokter dari University of Maryland Medical Center. Mereka mendapat izin darurat dari regulator medis A.S. atas dasar menyelamatkan nyawa David.

Menurut laporan AFP, babi yang digunakan untuk transplantasi telah dimodifikasi secara genetik untuk melumpuhkan beberapa gen yang berpotensi ditolak oleh tubuh David, seperti dikutip dari BBC.

Kemungkinan menggunakan organ hewan untuk apa yang disebut xenotransplantasi untuk memenuhi permintaan telah lama menjadi pertimbangan. Penggunaan katup jantung babi juga sudah umum.

Secara anatomi, jantung babi mirip dengan hati manusia walaupun tidak identik. Tetapi ada kemungkinan menggunakannya dan membuatnya bekerja.

Gen babi dikloning dengan gen-gen tertentu yang dihancurkan dan dipelihara sampai mereka cukup besar untuk transplantasi. Kekurangan gen pada organ babi menyebabkan penolakan organ oleh tubuh dan menjadi masalah terbesar dalam transplantasi.  

Ini adalah puncak dari penelitian bertahun-tahun bagi tim medis. Keberhasilan ini juga diharapkan dapat mengubah kehidupan di seluruh dunia.

“Ini adalah sebuah terobosan dan membawa kita lebih dekat untuk memecahkan krisis organ. Jumlah donor jantung sama sekali tidak cukup untuk memenuhi daftar panjang calon penerima,” ujar Dr. Bartley Griffith, dokter yang melakukan operasi dalam sebuah pernyataan.

Setiap harinya, 17 orang meninggal di A.S. yang sedang menunggu transplantasi dan ada lebih dari 100.000 yang masuk daftar calon penerima, seperti dikutip dari Reuters.

Pada Oktober 2021, ahli bedah di New York mengumumkan keberhasilan transplantasi ginjal babi pada manusia. Saat itu, operasi tersebut merupakan eksperimen paling maju di bidangnya sejauh ini. Namun, penerima mengalami mati otak dan tidak bisa disembuhkan.

Saat ini masih terlalu dini untuk mengetahui nasib Mr Bennett. Tim dokter mengatakan bahwa operasi itu adalah perjudian dengan risiko yang sama besar dengan keuntungan yang akan didapat.

“Pilihannya adalah hidup dan mati dan saya ingin hidup. Saya tahu ini adalah sebuah pertaruhan, tetapi ini adalah satu-satunya pilihan,” kata Bennett sebelum operasi.

Berita Terkait