Permintaan Energi Membaik, Laba Bersih Indo Tambangraya Melonjak Tiga Kali Lipat

19 Agustus 2021 08:30 WIB

Penulis: Reza Pahlevi

Editor: Rizky C. Septania

Ilustrasi pertambangan batu bara. / Pixabay

JAKARTA – Emiten batu bara, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) berhasil mencatatkan kinerja positif pada semester I-2021. Meski pendapatan hanya naik 3,68%, laba bersih ITMG berhasil melonjak hampir tiga kali lipat jadi US$117,62 juta pada enam bulan pertama 2021.

“Sepanjang paruh pertama 2021, PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITM) mampu memaksimalkan keuntungan dari momentum kenaikan harga batu bara setelah sebelumnya menerapkan efisiensi biaya secara disiplin pada saat harga batu bara menurun di tahun 2020,” ujar Direktur Utama ITMG Mulianto dalam siaran pers, dikutip Kamis, 19 Agustus 2021.

Mulianto mengatakan vaksinasi dan penerapan normalitas baru di seluruh dunia telah mendorong pemulihan konsumsi dan permintaan energi, sehingga harga mulai berangsur naik semenjak Oktober tahun lalu.

“Indeks Newcastle mencatat harga batu bara menyentuh US$131,41 per ton pada akhir Juni 2021,” tambahnya.

Hingga semester I-2021, ITMG mencatat perolehan rata-rata harga batu bara sebesar US$74,7 per ton, naik 34% dari US$55,7 per ton secara tahunan dengan total volume penjualan 9,0 juta ton. 

Penjualan bersih tercatat sebesar US$676 juta pada paruh pertama, sedangkan marjin laba kotor naik 18% dari semester I-2020 menjadi 34% pada semester I-2021.

Kenaikan harga jual rata-rata yang signifikan ditambah kontrol biaya yang disiplin telah menghasilkan arus kas yang kuat terhadap ITMG. EBITDA tercatat sebesar US$224 juta pada paruh pertama 2021, naik 148% dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Laba bersih pun tercatat naik signifikan sebesar 312% dari US$29 juta pada semester I-2020 menjadi US$118 juta pada periode yang sama tahun ini. Ada pun, laba bersih per saham dibukukan sebesar US$0,11.

Dari volume target penjualan 21,5-22,4 juta ton tahun ini, ITMG telah mendapatkan 79% kontrak penjualan. Sebanyak 56% harga jualnya telah ditetapkan, 24% lagi mengacu pada indeks harga batu bara sedangkan 21% belum terjual. 

ITMG elah menjual 9,0 juta ton batu bara yang meliputi Tiongkok (2,7 juta ton), Indonesia (1,7 juta ton), Jepang (1,4 juta ton), Filipina (0,7 juta ton), Thailand (0,7 juta ton), dan negara-negara lain di Asia Timur dan Tenggara pada semester I-2021 ini.

Berita Terkait