Perluasan Subsidi Bunga bagi Debitur KPR dan KKB, Siapa Penerima Terbesar?

JAKARTA – Pemerintah telah memperluas cakupan penerima manfaat subsidi bunga/margin bagi debitur Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan kredit kendaraan bermotor (KKB).

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati resmi menambah dua jenis debitur tersebut dan menuangkannya dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 138/2020 tentang Tata Cara Pemberian Subsidi Bunga/Subsidi Margin, yang merupakan revisi dari beleid sebelumnya PMK No.85/2020.

Disebutkan, debitur KPR tipe 70 dan debitur KKB yang menggunakan kendaraan untuk usaha produktif, bisa mendapatkan subsidi bunga. Subsidi yang belaku hingga akhir 2020 ini juga masih berkemungkinan untuk diperpanjang hingga tahun depan.

Untuk pinjaman di bawah Rp500 juta, subsidi sebesar 6% diberikan untuk tiga bulan pertama, dan 4% untuk tiga bulan berikutnya.  Kemudian, bagi pinjaman antara Rp500 juta sampai Rp10 miliar, debitur akan menerima subsidi bunga 3% untuk tiga bulan pertama, dan 2% selama tiga bulan berikutnya.

PT CGS-CIMB Sekuritas Indonesia (CGS CIMB) menyebut, sejumlah bank akan menjadi penerima manfaat paling besar, salah satunya PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN).

“Kami yakin, BTN akan menjadi penerima manfaat utama, karena kurang lebih 70% pinjaman adalah sektor KPR,” tulis manajemen dalam rilis yang diterima TrenAsia.com, Selasa, 6 Oktober 2020.

Berdasarkan catatan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), penyaluran KPR di BTN memang paling tinggi, yakni menguasai porsi 76,8% pada kuartal II 2020. Sementara itu, komposisi selanjutnya diikuti oleh PT Bank Permata Tbk. (BNLI) sebesar 18,1%, PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) 15,3%, PT Bank Negara Indosia (Persero) Tbk. (BBNI) 7,8%, dan PT Bank Danamon Tbk. (BDMN) 6,2%.

Kemudian, jika dilihat dari sisi pembiayaan, pada periode ini BDMN tercatat paling tinggi dalam menyalurkan, yakni 41,4%, diikuti BNLI 9,8%, BBCA 7,1% dan BBRI 3,9%.

“Kebijakan yang diberikan sebagai katalisator jangka pendek ini adalah hal positif bagi bank dan anak perusahaan mereka, khususnya di sektor pembiayaan,” tambahnya. Namun, diungkapkan bahwa sektor tersebut tetap harus mewaspadai risiko akibat peningkatan kasus COVID-19.

Salah satu perusahaan pembiayaan, CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) pun menyambut baik kebijakan ini.

“Kami sangat mendukung kebijakan subsidi bunga, karena akan membantu nasabah, khususnya pengemudi ojek online, dan nasabah segmen produktif lainnya,” ujar President Director CNAF Ristiawan Suherman kepada TrenAsia.com, hari ini.

Meskipun demikian, ia mengatakan bahwa dalam hal ini pembiayaan, pihaknya tidak berfokus pada segmen informal sehingga dampak dari manfaat kebijakan ini tidak begitu dirasakan.

Saat ini, ia mengaku masih fokus terhadap penurunan biaya operasional. Ia pun memproyeksi, sampai akhir 2020 kinerja di sektor ini masih tetap terkoreksi akibat dari pandemi.

Berdasarkan data penjualan CNAF per Agustus 2020, terdapat peningkatan yang siginifikan sebesar 53% pada penjualan mobil bekas. Namun, nilai pencairan mobil baru mengalami penurunan 15%.

Meskipun demikian, secara keseluruhan total realisasi kredit CNAF per Agustus 2020 mengalami peningkatan 12% dibandingkan periode yang sama tahun 2019.

Tags:
HeadlineKKBkprmenteri keuangan sri mulyanimultifinanceSri Mulyani IndrawatiSubsidi Bunga KPRSubsidi bunga kredit
Aprilia Ciptaning

Aprilia Ciptaning

Lihat Semua Artikel ›

%d blogger menyukai ini: