Perluas Pabrik di Cikupa, Vivo Akan Memproduksi 800.000 Unit Smartphone Per Bulan

TrenAsia (TA) - JAKARTA. Pabrik smartphone Vivo di Cikupa, Tangerang bakal meningkatkan target produksinya pada tahun 2019 menjadi 800.000 unit per bulan. Untuk itu, perusahaan akan menambah gedung dan line produksi. 

Indonesia menjadi basis produksi Vivo satu-satunya di Asia Tenggara. Produksi smartphone Vivo difokuskan untuk memenuhi permintaan pasar domestik terhadap seri ponsel vivo, antara lain Vivo V11 Pro, Vivo V11; maupun rangkaian seri Y seperti Y91 dan Y95. 

“Kami berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan konsumen di Indonesia dan menghadirkan rangkaian teknologi serta fitur inovatif menjadi motivasi kami untuk terus memperluas cakupan produksi di Indonesia,” tutur Edy Kusuma, General Manager for Brand and Activation PT Vivo Mobile Indonesia, Senin (10/12).

Pada Agustus 2017, pabrik Vivo Mobile Indonesia telah mengalami perluasan lahan hingga lebih dari dua kali lipat guna meningkatkan kapasitas produksi. Perluasan pabrik yang awalnya hanya satu gedung telah berkembang menjadi tiga gedung, dan pada tahun 2018 menjadi empat gedung. Untuk mendukung target produksi yang lebih tinggi di tahun 2019, vivo berencana melanjutkan ekspansi dengan menambah gedung baru.

Peningkatan kapasitas dan target produksi di pabrik diikuti dengan penambahan Line Checking di tahun ini. Penambahan line baru ini untuk memastikan kualitas dari smartphone yang dihasilkan dari pabrik vivo di Cikupa sesuai dengan standar Vivo Global.

Edy menambahkan bahwa hadirnya teknologi baru dan fitur smartphone yang terus berkembang menjadi salah satu tantangan utama dalam menjaga konsistensi produksi Vivo di tanah air. “Hal ini tentu saja harus dijawab oleh pelaku Industri termasuk Vivo, untuk menghadirkan teknologi pendukung produksi agar fitur tersebut dapat dinikmati oleh seluruh konsumen” kata Edy.

Salah satu contoh adalah ketika Vivo menghadirkan V11 Pro dengan Screen Touch ID pertama di Indonesia pada September lalu. Untuk mengakomodasi teknologi ini, rangkaian peralatan produksi terbaru, dan checking line pun ditambahkan agar standar global R&D untuk Screen Touch ID dapat diaplikasikan oleh Vivo di Indonesia.(*) (Hidayat, SN)