Perluas Jaringan Pelabuhan, Krakatau Bandar Samudera (KIP) Gandeng IPCM

18 September 2021 18:25 WIB

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Editor: Rizky C. Septania

Proses bongkar muat petikemas di pelabuhan/ Sumber; Humas Kemenhub

JAKARTA - PT Krakatau Bandar Samudera (Krakatau International Port/KIP) menjalin kerja sama dengan PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM) dalam rangka memperkuat perluasan jaringan pelabuhan serta melakukan integrasi pelayaran dalam memperkuat port management dan ship management.

CEO Krakatau International Port (KIP), M. Akbar Djohan mengungkapkan kerja sama ini dimaksudkan agar dapat mewujudkan visi dan misi perusahaan dalam memberikan pelayanan terbaik dan menjadi role model bagi cargo bulk di Indonesia.

Ia menilai, perkembangan port saat ini memang sudah sangat revolusioner, sehingga pihaknya tak berhenti melakukan inovasi, terutama integrasi pelayaran dengan melakukan inovasi-inovasi untuk menghasilkan new revenue stream.

"Kita coba memperkuat port management-nya, kita coba develop sekalian dengan ship management-nya, sehingga pelabuhan kami dapat menjadi role model  yang bisa dedicated untuk cargo bulk," ujarnya di Jakarta, Jumat, 17 September 2021.

Krakatau Bandar Samudera sendiri merupakan operator pelabuhan Krakatau International Port (KIP) yang didirikan pada tahun 1996 dengan 340 afiliasi yang meliputi perdagangan, logistik, dan manufaktur. Sedangkan, KIP adalah pelabuhan curah kering terbesar dan terdalam di Indonesia yang melakukan pengembangan bisnis salah satunya dalam bidang marine service.

Akbar berharap melalui kerja sama ini diharapkan dapat mendukung visi KIP untuk meningkatkan layanan pelabuhan kedepan yang terintegrasi dengan jasa logistik, dengan senantiasa memberikan pelayanan bernilai tambah di bidang kepelabuhan dan logistik berbasis pada konsep “Smart Port” yang berwawasan lingkungan (green port).

“Tentunya dari opportunity ini diharapkan bisa meng-eksplore ekosistem yang dimiliki KIP karena memiliki jalur kereta api dan ekosistem industri yang kuat, ini yang akan kami optimalkan sedini mungkin," imbuhnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa perjanjian kerja sama ini bertujuan agar menciptakan beragam inovasi dalam bidang pelayaran sehingga dapat memberikan pelayanan terbaik bagi berbagai pemangku kepentingan.

Selain itu, dengan adanya sinergi dan kolaborasi ini, diharapkan juga dapat mendukung percepatan penurunan biaya logistik sehingga percepatan perbaikan ekonomi nasional khususnya di masa pandemi dapat terwujud.

"Mudah-mudahan dengan langkah awal ini kita bisa wujudkan secara maksimal dan memberi nilai tambah bagi kedua belah pihak, dan stakeholder kami," ungkap Akbar.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama IPCM, Amri Yusuf menyatakan adanya sinergi ini diharapkan dapat mempercepat sarana ekonomis, sehingga kompetensi dan potensi yang dimiliki kedua belah pihak dapat terintegrasi dengan baik.

“Kalau kita bisa eksekusi kerjasama ini, secara internal buat kita, bisa mempercepat sarana ekonomis, sehingga dapat sharing pengalaman, sharing resources, market yang ada di depan mata bisa kita garap bersama. Jadi apa yang menjadi kompetensi dan potensi yang dimiliki, mungkin bisa kita kapitalisasi bersama," kata Amri.

Ia menjelaskan, adanya kerja sama ini diharapkan dapat menjembatani tujuan tercapainya cita-cita pemerintah dalam mewujudkan percepatan pemulihan ekonomi nasional dalam hal penurunan biaya logistik nasional. Sehingga dapat mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi demi mewujudkan Indonesia Maju.  

“Kami harapkan dari apa yang kita jalankan ini merupakan bagian kecil dari impian kita bersama untuk mengkeksekusi cita-cita pemerintah. Jadi kalau kita ingin mendorong percepatan penurunan biaya logistik nasional mungkin dalam waktu yang tidak lama bisa kita wujudkan," tutup dia.

Berita Terkait