Perkuat Penyaluran Kredit, Bank Panin Berencana Buka 15 Kantor Cabang Baru

18 Agustus 2021 17:45 WIB

Penulis: Muhamad Arfan Septiawan

Editor: Rizky C. Septania

Manajemen PT Bank Pan Indonesia Tbk. atau Bank Panin. / Facebook @paninbankfanpage

JAKARTA – PT Bank Pan Indonesia Tbk (PNBN) atau Bank Panin berencana membuka 14-15 kantor cabang baru hingga akhir 2021. Strategi ini ditempuh Bank Panin karena segmen nasabahnya yang masih bervariasi serta untuk menggenjot kinerja penyaluran kredit.

“Kami Tidak bisa sepenuhnya menuju digital karena nasabah kami beraneka ragam,” kata Network Distribution Director Bank Panin Haryono dalam konferensi pers, Rabu, 18 Agustus 2021.

Haryono menjelaskan keterjangkauan menjadi aspek yang tengah digenjot perseroan. Sadar aksi ini merogoh kocek, dirinya menyebut 14-15 kantor ini bakal memiliki skala lebih kecil dan pembedayaan Sumber Daya Manusia (SDM) lebih sedikit.

Di sisi lain, Bank, Haryono menyebut tidak menutup kemungkinan untuk menutup sejumlah kantor cabang yang tidak prospektif. Kini, proses realokasi untuk penutupan kantor cabang itu masih dalam tahap evaluasi.

“Setelah kami evaluasi, mungkin akan kami realokasi ke wilayah yang lebih tepat,” jelas Haryono.

Secara keseluruhan, Bank Panin telah memiliki 508 kantor cabang yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Pembukaan kantor cabang ini juga diharapkan memperbaiki kinerja kredit perseroan yang turun tipis 2,94% year to date (ytd) pada semester I-2021.

Penyaluran kredit Bank Panin turun dari Rp129,89 pada posisi akhir 2020 menjadi Rp126,08 triliun pada semester I-2021. Meski begitu, Bank Panin masih membukukan kinerja keuangan positif pada paruh pertama tahun ini.

Emiten bersandi PNBN ini membukukan laba bersih sebesar Rp1,45 triliun pada semester I-2021, meningkat 7,64% year on year (yoy).  Peningkatan laba tersebut didukung oleh pendapatan bunga bersih sebesar Rp4,85 triliun, naik 8,90%.

Hal Ini sejalan dengan penurunan beban bunga sebesar 29,57% menjadi Rp2,68 triliun. Sementara itu, total aset perseroan tercatat sebesar Rp205,79 triliun. Sedangkan dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp140,83 triliun yang terdiri atas giro dan tabungan Rp57,88 triliun dan deposito Rp82,95 triliun. 

Dengan demikian, rasio CASA (dana murah) tumbuh mencapai 41,10%. Kemudian, ekuitas perseroan mencapai Rp43,83 triliun dengan rasio kecukupan modal (CAR) sebesar 29,18%.

Berita Terkait