Perkuat Ekosistem Digital, Modal Ventura Milik Telkom Group Suntik Start Up Lokal Rp579 Miliar

23 Juli 2021 18:07 WIB

Penulis: Muhamad Arfan Septiawan

Editor: Rizky C. Septania

JAKARTA – Cucu usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), PT Telkomsel Mitra Inovasi (TMI) mengungkapkan pendanaan terhadap sembilan startup lokal. TMI memberikan pendanaan kepada startup di lima industri yang diklaim punya prospek cerah di masa pandemi COVID-19.

Head of Strategic Investment TMI Nazier Ariffin mengungkapkan dukungan pendanaan ini bisa memacu pertumbuhan startup untuk hadirkan unicorn baru dalam negeri. Startup yang digadang-gadang bakal menjadi unicorn Indonesia berikutnya, SiCepat masuk menjadis salah satu perusahaan yang menerima pendanaan dari TMI.

Selain itu, pendanaan ini juga diterima oleh Kredivo, PrivyID, Qlue, Halodoc, TaniHub, Tada, Roambee, hingga Inspigo.  Dengan demikian, TMI kini memiliki 15 portofolio yang  tersebar di berbagai industri.

“Start up ini berhasil tumbuh pesat saat pandemi, kami bakal memperbanyak investasi kepada start up dengan bisnis vertikal,” ucap Nazier dalam keterangan tertulis, Jumat, 23 Juli 2021.

Nazier juga mengungkap pendanaan ini menjadi bukti TMI tengah fokus mengembangkan startup di lima bidang atau industri utama, yakni financial technology (fintech), digital media, connected device, jaringan infrastruktur, dan  data analytic.

Lima industri ini dinilai juga bisa mendukung ekosistem digital yang dimiliki Telkom Group, terutama PT Telkomsel. “Sinergi untuk membangun ekosistem digital bakal kami perkuat, apalagi ada penetrasi kuat dari 5G,” ujar Nazier.

Mengapa 5G Penting Bagi Industri?

Kehadiran jaringan 5G menjadi babak baru dalam perkembangan ekosistem digital di Indonesia. Jaringan ini tercatat memiliki kecepatan berselancar yang tinggi dan latensi rendah sehingg bisa memberikan dasar yang kuat untuk  meningkatkan kepercayaan bagi perusahaan teknologi.

Country Manager Indonesia perusahaan multi cloud application security and delivery F5 Indonesia Surung Sinamo menyebut jaringan 5G dapat mengintegrasikan berbagai layanan digital sehingga memberi pengalaman berbeda bagi pengguna.

“Teknologi 5G ini bisa membuka kesempatan peningkatan layanan karena berbagai integrasi application logic, delivery dan security dari aplikasi di local dan wide area networks, public clouds, Content Delivery Networks (CDNs), dan edge infrastructures bisa dilakukan secara optimal,” ucap Sinamo dalam diskusi virtual belum lama ini

Tidak hanya itu, jaringan super cepat ini bisa membuka kesempatan penerapan efisiensi bagi perusahaan. Pasalnya, akurasi dan kecepatan bisa ditingkatkan bila perusahaan teknologi mengadopsi jaringan 5G dalam operasionalnya.

“5G ini dapat membantu perusahaan meningkatkan penawaran layanan mereka dan bahkan menciptakan layanan baru yang lebih menguntungkan bagi pelanggan mereka, dengan memanfaatkan banyak keuntungan yang ditawarkan 5G dari analitik bisnis secara real-time hingga konektivitas yang lebih baik,” jelas Sinamo.

Berita Terkait