Perkuat Cadangan, Laba Bank DKI Turun Jadi Rp401,2 Miliar

JAKARTA – PT Bank DKI mencatat penurunan laba bersih hingga 31,3% year-on-year (yoy) menjadi Rp401,2 miliar per kuartal III-2020. Pada periode yang sama 2019, laba bersih perseroan sebesar Rp584 miliar.

Direktur Keuangan Bank DKI Babay Parid mengungkapkan, penurunan laba tersebut dipengaruhi oleh peningkatan beban pencadangan. Hal ini dilakukan demi menjaga kualitas aset perseroan.

“Kami meningkatkan beban pencadangan untuk menjaga kualitas aset, serta mengantisipasi ketidakpastian ekonomi ke depan,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima TrenAsia.com, Jumat, 13 November 2020.

Diketahui, per kuartal III-2020, rasio coverage Bank DKI berada di kisaran 118,24%.

Meskipun demikian, dari sisi kredit Bank DKI masih mencatat pertumbuhan sebesar 6,2% yoy menjadi Rp32,84 triliun. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan periode September 2019 sebesar Rp30,93 triliun.

Babay menjelaskan, kredit mikro menjadi salah satu pendorong yang tumbuh 8% dari Rp1,07 triliun menjadi Rp1,16 triliun per September 2020.

Selain itu, kredit konsumer juga bertumbuh 9,9% menjadi Rp15,45 triliun dibandingkan Rp14,17 triliun per kuartal III tahun lalu.

Selanjutnya, kredit komersial dan korporasi tercatat sebesar Rp15,83 triliun. Angka tersebut tumbuh 5,4% yoy dibanding periode yang sama 2019 sebesar Rp15,02 triliun.

Di sisi kualitas kredit, rasio NPL gross sebesar 3,49% dan NPL net 0,73% per September 2020.

Maksimalkan Platform Digital

Sumber penyaluran kredit, lanjutnya, dilakukan lewat program kredit Monas Pemula dan Monas 25 Jakpreneur. Debitur penerimanya merupakan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan JakPreneur.

Di samping itu, pihaknya juga mengembangkan layanan digital e-form mikro loan untuk menunjang layanan consumer loan Bank DKI.

Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank DKI per September 2020 juga tercatat mengalami pertumbuhan sebesar 13,44% yoy, dari semula Rp38,71 triliun menjadi sebesar Rp43,91 triliun per September 2020.

“Bank DKI terus berupaya untuk meningkatkan dana retail dengan mendorong pemanfaatan aplikasi JakOne Mobile,” tambah Babay.

Aplikasi JakOne Mobile, katanya, dapat digunakan untuk pembukaan deposito dan tabungan secara online.

Selain itu, penggunaan lain dapat dimanfaatkan untuk membayar pajak dan retribusi, serta berbagai tagihan sehari-hari.

Per September 2020, total aset perseroan tercatat sebesar Rp56,68 triliun, tumbuh 12,86% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Tags:
Bank DKI JakartaBank Pembangunan DaerahCoverage ratioHeadlinelaba bersihPT Bank DKI Jakarta
Aprilia Ciptaning

Aprilia Ciptaning

Lihat Semua Artikel ›

%d blogger menyukai ini: