Peringkat ke-2, RI Jadi Negara Paling Dilirik Investor Startup

JAKARTA – Berdasarkan laporan Global Startup Ecosystem Report (GSER) 2020, Indonesia berada di peringkat kedua Top 100 Emerging Ecosystem. Artinya, Indonesia menjadi salah satu negara paling dilirik investor untuk memberikan investasinya pada startup dalam negeri.

Dengan potensi yang besar, pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah menyiapkan ekosistem startup yang berkolaborasi dengan swasta dan akademisi.

“Adapun langkah strategis yang telah dijalankan Kemenperin guna menumbuhkan startup di dalam negeri adalah menyelenggarakan program Startup4Industry,” kata Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Gati Wibawaningsih di Jakarta, Rabu, 18 November 2020.

Gati memaparkan sejak dilaksanakan pada 2018, Startup4Industry terus mengalami progres positif. Tercermin dari makin banyaknya jumlah startup yang mengikuti program tersebut. Teranyar, jumlah peserta kompetisi sudah mencapai 220 startup.

Ia juga mencatat, berkembangnya startup di Indonesia juga terlihat dari sejumlah proyek implementasi di berbagai sektor industri. Dengan begitu, multiplyer effect yang ditimbulkan ke perekonomian juga lebih besar.

Realisasi Investasi Startup

Di tengah menghadapi krisis akibat pandemi COVID-19, minat investor pada startup lokal masih terus mengalir. Meski harus diakui, realisasi investasinya tak sebesar tahun lalu.

Asosiasi Modal Ventura untuk Startup Indonesia (Amvesindo) melaporkan 52 transaksi investasi yang dikucurkan untuk startup Tanah Air pada kuartal III-2020. Total realisasi investasi mencapai US$1,9 miliar.

Realisasi ini tercatat turun dari periode yang sama tahun lalu sebesar US$2,95 miliar. Akan tetapi, investasi di startup diprediksi akan menyentuh angka US$2 miliar hingga akhir tahun.

Menurut Wakil Ketua I Amvesindo, William Gozali penurunan realisasi investasi bukan mengindikasikan berkurangnya minat investor, melainkan hanya penundaan eksekusi.

“Analisis kami lebih ke penundaan dibandingkan penurunan minat investor. Minat para investor untuk startup di Indonesia masih tinggi,” kata William.

Merujuk data Amvesindo, ada enam sektor startup yang paling banyak disuntik investor. Keenamnya adalah financial technology (Fintech), Education technology (Edutech), Software as a Service (SaaS), New Retail, Logisitik, dan E-commerce.

Di sektor fintech, ada delapan transaksi pemodal ventura pada kuartal III- 2020. Disusul Edutech, dengan enam transaksi investasi, lalu SaaS dengan enam transaksi investasi.

Sementara, di sektor New Retail sebanyak 5 transaksi, serta logistik dan e-commerce masing-masing mendapat empat transaksi pendanaan.

Tags:
AmvesindoAsosiasi Modal Ventura untuk Startup Indonesia (Amvesindo)EduTechFintechHeadlineinvestasi startupKementerian PerindustrianStartup
Ananda Astri Dianka

Ananda Astri Dianka

Lihat Semua Artikel ›

%d blogger menyukai ini: