Perekonomian Global Memanas, ADB Bongkar Ulang Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi dan Inflasi Indonesia

21 September 2022 14:45 WIB

Penulis: Ananda Astri Dianka

Aktifitas pedagang di lapaknya di Pasar Senen, Jakarta, Selasa, 13 September 2022. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia (trenasia.com)

JAKARTA - Bank Pembangunan Asia (ADB) menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk tahun 2022 menjadi 5,4% secara tahunan dari perkiraan semula 5%.

Ekonom Senior ADB untuk Indonesia, Henry Ma menyampaikan revisi proyeksi tersebut menimbang pemulihan ekonomi yang menjanjikan. Sebab, Indonesia sudah mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 5,23% pada semester I-2022.

"Kami menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi pada tahun ini meskipun ada tekanan peningkatan kasus COVID-19 dan ekspansi Rusia ke Ukraina," kata Henry dalam webinar, Rabu 21 September 2022.

Meski cukup kencang tahun ini, ADB memperkirakan laju perekonomian nasional akan melambat tahun depan. Pada 2023, ADB hanya memproyeksikan pertumbuhan Indonesia sebesar 5%.

Padahal, pada Juli 2022, ADB sempat merilis pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat mencapai 5,2% pada 2023. Artinya, ADB memangkas proyeksi hingga 0,2% tahun depan.

Selain itu, diperkirakan inflasi tahun ini akan menjadi 4,6% secara tahunan. Ini lebih tinggi dari perkiraan lembaga tersebut sebelumnya yang sebesar 3,6% secara tahunan.

Henry menjelaskan, kondisi inflasi masih akan tinggi hingga paruh pertama tahun depan. Menurut perhitungannya, inflasi pada semester I-2023 akan mencapai di kisaran 5,5% hingga 6% secara tahunan.

Namun, inflasi akan melandai pada semester II-2023 dengan kisaran inflasi sebesar 3,8%. Dengan kondisi tersebut, Henry memperkirakan inflasi pada tahun 2023 akan berada di level 5,1%.

“Harapannya inflasi akan terus melandai ke depan atau mulai 2024.”

Berita Terkait