Perdagangan Internasional Menggeliat, Pelindo III Catat Peningkatan Arus Kapal dan Barang

22 Juli 2021 20:09 WIB

Penulis: Muhamad Arfan Septiawan

Editor: Rizky C. Septania

Terminal Teluk Lamong di Jawa Timur yang dimiliki oleh Pelindo III.

JAKARTA – PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) atau Pelindo III mendapat implikasi positif dari pesatnya pertumbuhan ekspor-impor pada paruh pertama tahun ini. Perseroan mencatat adanya pertumbuhan arus kapal dan barang pada semester I-2021 ini.

Vice President (VP) Corporate Communication Pelindo III Suryo Khasabu merinci arus kapal di pelabuhan kelolaan perseroan tumbuh 5,9% year on year (yoy) dari 36.384 unit pada semester I-2020 menjadi 38.534 unit pada semester I-2021.

“Sementara untuk satuan gross tonnage (GT) mengalami pertumbuhan 7 persen dari 147,5 juta GT di tahun 2020 menjadi 157,9 juta GT di tahun 2021,” ucap Suryo dalam keterangan resmi yang diterima Trenasia.com, Kamis, 22 Juli 2021.

Selain itu, Pelindo III juga mencatat pertumbuhan arus peti kemas domestik hingga 10% yoy pada semester I-2021. Arus peti kemas di Pelindo III tumbuh dari 1,39 twenty foot equivalent unit (TEUs) pada semester I-2020 menjadi 1,54 juta TEUs pada semester I-2021.

Pelindo III mengalami stagnasi pada realisasi arus petikemas internasional yang sebesar 1,07 juta TEUs. Maka, total arus peti kemas di Pelindo III selama semester I-2021 mencapai 2,47 TEUS atau naik 6% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya yang hanya 2,47 juta TEUs.

“Pertumbuhan petikemas dipengaruhi oleh mulai pulihnya arus perdagangan barang melalui peti kemas domestik. Sejumlah pelabuhan di wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, Kalimantan dan Nusa Tenggara mencatat pertumbuhan baik kegiatan bongkar maupun muat,” jelas Suryo

Di saat yang bersamaan, Indonesia masih melanjutkan selama enam bulan berturut-turut. Badan Pusat Statistik (BPS) menghimpun surplus neraca perdagangan sepanjang semester I-2021 menembus US$11,86 miliar atau lebih tinggi dibandingkan semester I-2020 yang hanya US$5,42 miliar. 

Hal ini ditopang oleh perolehan ekspor Indonesia yang mencapai US$102,87 miliar pada paruh pertama 2021. Capaian itu lebih tinggi 34,78% dibandingkan semester I-2020 yang hanya US$76,33 miliar.

“Ekspor kita sangat menjanjikan. Ekspor kita pada Juni 2021 ini bahkan sudah melebihi periode Juni 2019 atau masa sebelum pandemi COVID-19,” kata kepala BPS Margo Yuwono dalam konferensi pers beberapa waktu lalu. 

Di sisi lain, kinerja impor selama semester I-2021 mengalami pertumbuhan 28,46% yoy. Nilai impor sepanjang Januari-Juni 2021 naik dari US$70,90 miliar menjadi US$91,01 miliar.

Berita Terkait