Perdagangan Batu Bara Membaik, Laba Bersih Pelita Samudera Shipping Meroket 149,14 Persen

12 Agustus 2021 08:02 WIB

Penulis: Reza Pahlevi

Editor: Sukirno

Emiten jasa angkutan laut PT Pelita Samudera Shipping (PSSI) / Dok. Perseroan

JAKARTA – Emiten pelayaran PT Pelita Samudera Shipping Tbk (PSSI) mencatatkan kinerja gemilang pada semester I-2021. PSSI berhasil mencatatkan peningkatan baik di pos pendapatan maupun laba bersih.

Mengutip laporan keuangan interim di Bursa Efek Indonesia (BEI), PSSI berhasil mencatatkan pendapatan sebesar US$45,66 juta atau setara Rp661,88 miliar (dengan kurs Rp14.496 sesuai laporan keuangan) pada semester I-2021. Jumlah ini meningkat 28,51% dibanding semester I-2021 yang sebesar US$35,53 juta (Rp515,04 miliar).

Selanjutnya, beban pokok pendapatan juga meningkat 13,42% menjadi US$32,54 juta pada enam bulan pertama 2021. Pada periode yang sama tahun lalu, PSSI mencatatkan beban pokok pendapatan sebesar US$28,69 juta.

Laba bruto perusahaan pun tercatat sebesar US$13,11 juta pada semester I-2021, melonjak 91,67% dari catatan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$6,84 juta. Lalu, laba sebelum pajak tercatat US$8,22 juta, meroket 160% dari sebelumnya US$3,16 juta.

Pada bottom line, laba bersih PSSI pun berhasil meroket 149,14% menjadi US$7,25 juta (Rp105,09 miliar) hingga akhir Juni 2021. Sebelumnya, laba bersih PSSI tercatat sebesar US$2,91 juta (Rp31,74 miliar).

Sepanjang semester I-2021, tercatat ada penurunan kas dan setara kas sebesar US$433.117. PSSI mendapat kas bersih dari aktivitas operasi sebesar US$11,77 juta, menggunakan kas bersih US$5,15 juta untuk aktivitas investasi, dan kas bersih US$7,05 juta untuk aktivitas pendanaan.

Penurunana kas dan setara kas tersebut pun membuat posisi kas PSSI menjadi sebesar US$12,17 juta pada akhir periode. Pada awal periode, posisi kas PSSI tercatat sebesar US$12,65 juta.

Aset perusahaan tercatat sebesar US$147,18 juta hingga semester I-2021, meningkat tipis dari US$146,83 pada akhir 2020. Aset lancar tercatat sebesar USS33,03 juta dan aset tidak lancar tercatat US$114,16 juta.

Liabilitas akhirnya tercatat sebesar US$47,94 juta, turun dari US$52,3 juta pada akhir 2020. Liabilitas jangka pendek sebesar US$32,69 juta dan liabilitas jangka panjang US$15,25 juta. Sementara itu, ekuitas tercatat sebesar US$99,25 juta, naik dari awal 2020 sebesar US$94,53 juta.

Berita Terkait