Percepat Digitalisasi, Kemenkop Luncurkan Program Kakak Asuh UMKM

JAKARTA – Dalam rangka percepatan transformasi digital usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM) meluncurkan program Kakak Asuh UMKM (KAU).

Program ini terselenggara melalui program KAU antara Kemenkop UKM, LLP KUKM (SMESCO Indonesia), dan  Lazada Indonesia. Melalui program KAU, diharapkan akan melahirkan ahli marketing digital yang akan bertindak sebagai kakak asuh untuk mendampingi UMKM dalam memanfaatkan marketplace.

“Tantangan UMKM saat ini adalah memaksimalkan pemasaran digital melalui platform online. Namun, baru sekitar 13% UMKM yang sudah masuk ke online marketplace,” kata Arif Rahman Hakim, Deputi Bidang Pengembangan SDM Kemenkop UKM dalam keterangan resmi, Senin, 15 Juni 2020. 

Menurut Arif, percepatan digitalisasi UMKM tidak bisa dilakukan oleh pemerintah saja, namun perlu melibatkan semua pihak. Salah satunya, Lazada Indonesia sebagai penyedia marketplace dan komunitas Bolu.ID yang menjadi ruang berbagi pengalaman di antara UMKM.

“Kerja sama ini bersifat mutual partnership, tanpa menggunakan anggaran penerimaan dan belanja negara (APBN),” tambah Arif.

Program Sejenis

Peluncuran program KAU juga sejalan dengan program Gerakan Nasional (Gernas) #banggabuatanIndonesia yang diluncurkan oleh Presiden Joko Widodo 14 Mei 2020 silam. Selain itu juga senada dengan program Bangkitkan Bisnismu yang digagas Lazada Indonesia sejak awal masa pandemi.

Menurut data dari Lazada Indonesia, dalam satu minggu pertama diperkenalkannya kanal khusus #banggabuatanIndonesia, lebih dari 750.000 pengunjung datang dan berbelanja produk lokal di kanal tersebut.

Untuk dapat menjadi kakak asuh, masyarakat dapat melakukan pendaftaran melalui platform online EDUKUKM.ID. Peserta terpilih akan mendapatkan pelatihan online sebagai kakak asuh, serta mendapatkan sertifikat online.

Kakak asuh kemudian akan melanjutkan dengan mencari UMKM untuk dibantu melakukan penjualan di Lazada Indonesia. Nantinya, Setiap kakak asuh diharapkan bisa membantu 2–3 UMKM untuk mulai mengembangkan bisnis mereka di e-commerce.

Pada tahap awal, Lazada Indonesia akan memulai dengan merekrut 100 calon kakak asuh, masing-masing dengan maksimum tiga adik asuh yang akan dibimbing. (SKO)

Tags:
digitalisasi UMKMkakak asuh UMKMKemenkop dan UKMLazadaumkm
Ananda Astri Dianka

Ananda Astri Dianka

Lihat Semua Artikel ›

%d blogger menyukai ini: