Perbedaan Mainnet dan Testnet yang Wajib Diketahui Investor Kripto

29 Mei 2022 18:01 WIB

Penulis: Idham Nur Indrajaya

Editor: Fakhri Rezy

Sumber: ExtremeTech.com

JAKARTA - Mainnet dan testnet adalah istilah yang cukup sering muncul dalam dunia blockchain dan aset kripto. Lantas, apa perbedaan antara keduanya?

Mainnet adalah sebuah jaringan utama independen yang menjadi tempat proyek blockchain berjalan. Dengan demikian, jaringan ini menjadi tempat semua jenis transaksi aset kripto dapat diproses secara efisien, akurat, dan tercatat dengan aman.

Kemampuan mainnet dalam menyediakan proses kerja efisien dan aman menjadi salah satu indikator yang penting untuk diketahui investor, apalagi yang ingin bergabung dalam proses initial coin offering (ICO).

Seiring dengan peningkatan jumlah transaksi dalam jaringan blockchain, maka kinerja mainnet pun akan semakin lambat. Oleh karena itulah mainnet harus selalu diperbaharui, dan pembaharuan itu dapat menimbulkan sentimen positif bagi aset kripto yang digunakan dalam jaringan blockchain.

Sebelum mulai menjalankan blockchain melalui mainnet, pihak pengembang pada umumnya akan menyiapkan ICO, initial exchange offering (IEO), dan metode lain yang dapat digunakan untuk mengumpulkan dana serta membangun komunitasnya.

Seluruh dana yang terakumulasi akan digunakan untuk tahap pengujian blockchain dengan menggunakan testnet. Setelah melalui proses verifikasi dan pengujian kinerja, nantinya pengembang akan meluncurkan mainnet dari blockchain tersebut.

Pengembangan kinerja dan fitur pada mainnet dapat menjadi salah satu cara untuk meningkatkan nilai dari sebuah proyek kripto. Contohnya, pada Maret tahun 2018, mainnet Lightning Network diluncurkan dan meningkatkan kinerja blockchain Bitcoin sehingga aset kriptonya pun mengalami lonjakan nilai yang tinggi.

Selain Lightning Network, jaringan mainnet yang cukup populer di kalangan investor di antaranya Ethereum Mainnet, VeChain, Ontology, dan EOS.

Sementara itu, testnet adalah jaringan yang masih menjalani proses pengujian sebuah jaringan blockchain sebelum dirilis. Pengujian itu dilakukan untuk memitigasi risiko munculnya masalah ketika jaringan digunakan oleh publik.

Melalui testnet, pihak pengembang blockchain dapat memodifikasi dan menguji proyek sebelum membukanya kepada publik agar potensi masalah dapat diidentifikasi dan diselesaikan.

Testnet menjadi sangat penting karena pemeriksaan kinerja dan keamanan merupakan suatu hal yang harus masuk skala prioritas dalam sistem apapun, khususnya sistem keuangan.

Saat hendak melakukan pembaharuan, pihak pengembang pada umumnya tidak akan melakukan pengujian di mainnet yang sudah berjalan karena akan mendongkrak biaya yang lebih besar.

Ditambah lagi, jika ada suatu masalah yang timbul karena pembaharuan jaringan, maka seluruh mainnet akan terganggu dan paling parahnya bisa menyebabkan pengguna kehilangan aset-aset mereka.

Sangat penting bagi investor untuk mengetahui perbedaan antara mainnet dan testnet. Pasalnya, tidak sedikit pihak pengembang yang merilis white paper yang berisi klaim bahwa blockchain yang mereka gunakan memiliki kinerja yang baik. Namun, pada kenyataannya, hal itu hanya berlaku di testnet.

Bahkan, banyak juga pengembang yang telah membuat klaim seperti itu namun tidak pernah benar-benar mengembangkan blockchain-nya ke tahap mainnet dan membawa kabur uang para investor.

Maka dari itu, sebaiknya investor benar-benar memahami sudah sejauh apa pengembangan dari kripto yang hendak diinvestasikan, setidaknya dengan cara membedakan proyek yang sudah masuk ke tahap mainnet atau masih diuji di testnet.

Berita Terkait