Perbankan Telah Gelontorkan Kredit UMKM Rp1.150 Triliun

25 Juli 2021 21:13 WIB

Penulis: Amirudin Zuhri

Pengrajin menyelesaikan pembuatan batik di workshop Batik Marunda, di Rusun Marunda, Jakarta Utara, Selasa, 14 Juli 2020. Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) M. Faisal mengatakan persoalan yang sekarang dihadapi UMKM tak hanya soal akses ke pembiayaan. Penurunan dari sisi permintaan juga berpengaruh terhadap kelangsungan UMKM, terutama mikro, yang tersengat langsung imbas pandemi covid – 19. Oleh karena itu, akses pasar sangat dibutuhkan oleh para pelaku usaha mikro. Pemerintah perlu memikirkan hal ini supaya kombinasi kebijakan yang telah diterbitkan pemerintah benar-benar menyentuh ke pokok persoalan. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA- Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan perbankan telah menyalurkan kredit hingga Rp1.150 triliun untuk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Angka ini merupakan 20,5 persen dari keseluruhan kredit perbankan.

Dia mengatakan dengan data tersebut, UMKM berhasil menjadi salah satu penyokong perbankan untuk menyalurkan pembiayaan."Tentu saja jumlah ini masih perlu kita tingkatkan lebih lanjut," kata dia Sabtu 25 Juli 2021.

Dia menambahkan kredit UMKM tersebut tumbuh 2,5 persen, lebih tinggi dari pertumbuhan kredit secara nasional, yakni 0,5 persen.

Menurut Perry UMKM memegang peran penting dalam perekonomian domestik, dengan share terhadap produk domestik bruto (PDB) sebesar 57,1 persen atau sekitar Rp7.304 triliun. Jumlah UMKM saat ini tercatat 65,5 juta dan berhasil menyerap tenaga kerja sebanyak 120 juta atau 96,6 persen.

Saat ini, menurut Perry, bank sentral telah menurunkan suku bunga acuan sejak COVID-19 melanda, untuk mendorong penyesuaian suku bunga kredit perbankan.

Selain itu, belanja fiskal pemerintah juga didorong untuk mempermudah akses pembiayaan UMKM, baik melalui subsidi bunga, penjaminan, serta dana bergulir. Seluruh alokasi itu masuk dalam bantuan UMKM sebesar Rp171,8 triliun pada program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Ia melanjutkan, produksi UMKM selama ini juga berhasil menyumbang kinerja ekspor non migas dengan pangsa 15,7 persen atau kurang lebih sekitar 339,2 miliar dolar AS per tahunnya.

Oleh karena itu, potensi UMKM dalam mengungkit perekonomian harus terus ditingkatkan, terutama melalui digitalisasi yang masif mengingat COVID-19 menyebabkan pembatasan mobilisasi.

Berita Terkait