Perbaiki Jembatan di Banten, Kementerian PUPR Gandeng Perusahaan Konstruksi Milik Jusuf Kalla

16 Juni 2021 12:44 WIB

Penulis: Reza Pahlevi

Wakil Presiden Indonesia ke-10 dan ke-12 sekaligus pendiri PT Bukaka Teknik Utama Tbk Jusuf Kalla dalam sambutannya mengatakan, pembangunan jembatan gantung yang dilakukan PT Bukaka merupakan bentuk tanggung jawab sosial dalam membantu pemerintah untuk mendorong masyarakat agar bisa maju dan berkembang. (Foto: Kementerian PUPR)

JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah memperbaiki dua jembatan gantung di Lebak, Banten, yang dikerjakan oleh PT Bukaka Teknik Utama Tbk (BUKK) milik Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Indonesia Jusuf Kalla.

“(Jembatan kini) bisa dilalui mobil kecil sehingga hasil pertanian seperti pisang dan sayur bisa didistribusikan untuk dijual dengan lancar sehingga menggerakkan ekonomi masyarakat,” ujar Jusuf Kalla dalam sambutannya, Selasa, 15 Juni 2021.

Jusuf Kalla menyatakan pembangunan infrastruktur dengan skema corporate social responsibility (CSR) ini dapat terwujud karena dorongan dan semangat Kementerian PUPR dalam melakukan pembangunan.

“Hubungan masyarakat, perusahaan dan pemerintah harus berjalan dengan baik,” ujarnya.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, hadirnya jembatan gantung akan mempermudah dan memperpendek akses warga masyarakat perdesaan.

“Terutama dalam beraktivitas menuju sekolah, pasar, tempat kerja, mengurus administrasi ke kantor kelurahan atau kecamatan dan akses silaturahmi antar warga,” ujarnya.

Pembangunan jembatan gantung yang dilaksanakan melalui skema CSR tersebut adalah Jembatan Gantung Desa Banjar Irigasi, Kabupaten Lebak Gedong dan Jembatan Gantung Ciberang, Desa Sajiramekar. Kementerian PUPR dalam pembangunan kedua jembatan tersebut berkontribusi dalam membuat desain jembatan.

Jembatan Gantung Desa Banjar Irigasi dibangun sepanjang 97 m dan lebar 2,5 m dengan biaya Rp4,9 miliar sejak Maret 2020 hingga Agustus 2020. Sedangkan Jembatan Gantung Sajiramekar (92 m) dibangun Desember 2020-Mei 2021 dengan biaya Rp2,9 miliar.

Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Banten Kementerian PUPR Wida Nurfaida mengatakan, dari 12 jembatan yang telah dirampungkan oleh Kementerian PUPR, 7 jembatan diantaranya merupakan jembatan gantung yang berperan sebagai akses konektivitas antar desa.

“Total anggaran keseluruhannya sebesar Rp 39,76 miliar dikerjakan oleh kontraktor PT Adhi Karya dan telah rampung semuanya pada Juni 2020,” kata Wida.

Pekerjaan pada dua belas jembatan tersebut mencakup rehabilitasi Jembatan Gantung Tanjung Sari, penggantian Jembatan Gantung Kabagusan dengan bentang sepanjang 60 m, penggantian Jembatan Kampung Gobang (bentang 36 m), dan penggantian rangka Jembatan Ciberang Sajira (bentang 60 m).

Lalu, rehabilitasi oprit Jembatan Gantung Kampung Cuping-Desa Sukasari, penggantian Jembatan Gantung Nangerang (bentang 84 m), penggantian Jembatan Gantung Desa Bintangsari (bentang 120 m), dan Jembatan Hamberang I (bentang 30 m).

Terakhir, rehabilitasi oprit Jembatan Cimangeunteung-Kampung Taleus, penggantian Jembatan Hamberang III (bentang 36 m), dan rehabilitasi oprit Jembatan Gantung Kampung Bujal. (RCS)

Berita Terkait