Peran Bio Farma, Sang Stabilisator Harga Produk Kesehatan Di Tengah Pandemi

10 Juni 2022 20:40 WIB

Penulis: Desi Kurnia Damayanti

Editor: Yosi Winosa

PT Bio Farma (Persero) dan dan perusahaan rintisan bioteknologi Nusantics meluncurkan Bio Saliva, alat uji untuk mendeteksi COVID-19 dengan metoda kumur (gargling). (Brankas foto Trenasia)

JAKARTA – Pandemi COVID-19 membawa banyak dampak kesehatan bagi setiap warga Indonesia. Tak sedikit yang memutar otak demi bertahan hidup. Hal ini juga dirasakan PT Bio Farma (Persero) sebagai agen pemerintah yang terus berupaya mempertahankan ketahanan kesehatan nasional.

Sebagai holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dibidang farmasi, Bio Farma terus berupaya melakukan penanganan pandemi COVID-19. Salah satunya dengan melakukan inisiatif membantu pemerintah menanggulangi pandemi seperti menyediakan masker medis dan non-medis dengan harga jauh dibawah harga pasar. 

Selain itu, Bio Farma juga terus memastikan ketersediaan obat terapi COVID-19 seperti azithromycin, oseltamivir, chloroquine, dan remdesivir. Meski harga bahan baku sempat meningkat sampai 600% saat pandemi karena lockdown, Bio Farma terus memastikan ketersediaan produk dengan meningkatkan kapasitas produksi. 

Tidak hanya itu, perseroan juga berkolaborasi dengan start-up dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) untuk menciptakan Polymerase Chain Reaction (PCR) yang harganya terjangkau namun tetap memiliki golden standard  World Health Organization (WHO). Hal tersebut Bio Farma lakukan untuk menekan harga test di pasaran. 

Tidak cukup sampai sini, Bio Farma juga ikut menyediakan vitamin dan alat kesehatan yang tersebar di seluruh apotek kimia farma serta melakukan inovasi Mobile Laboratory Biosafety sehingga dapat melakukan test PCR di daerah yang kekurangan kapasitas test.

Selain alat kesehatan, saat ini Bio Farma tengah membuat vaksin COVID-19 BUMN yang sudah memasuki uji knilis fase tiga. Vaksin buatan Bio Farma ini menjadi salah satu vaksin karya anak bangsa selain vaksin merah putih.

Vaksin Covid-19 BUMN ini, merupakan vaksin pertama yang dikembangkan di Indonesia dari mulai bibit vaksinnya yang memenuhi standar Good Manufacture Practices (GMP) untuk menjadi vaksin komersial yang aman, berkhasiat dan memiliki daya saing.

Berita Terkait