Kuartal I-2021, Penyaluran Kredit dan Pembiayaan BTN Tumbuh 3,19 Persen Jadi Rp253,25 Triliun

22 April 2021 14:02 WIB

Penulis: Ananda Astri Dianka

Ilustrasi: Nasabah mencari informasi mengenai kredit pemilikan (KPR) di kantor pusat Menara BTN, Gajahmada, Jakarta, Selasa, 16 Februari 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk membukukan penyaluran kredit dan pembiayaan sebesar Rp261,34 triliun per kuartal I-2021.

Penyaluran kredit dan pembiayaan tersebut naik 3,19% year on year (yoy) dari Rp253,25 triliun per kuartal I-2020.

Direktur Wholesale Risk and Asset Management Elisabeth Novie Riswanti menyatakan, pertumbuhan kredit dan pembiayaan Bank BTN tersebut pun berada di atas penyaluran kredit perbankan nasional.

“Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merekam kredit perbankan nasional  terkoreksi hingga 2 persen yoy per Januari 2021,” kata Novie dalam konferensi pers, Kamis 22 April 2021.

Laporan keuangan Bank BTN menunjukkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi masih tercatat menjadi penyumbang terbesar pertumbuhan kredit BBTN. KPR subsidi Bank BTN tercatat naik 9,04% yoy menjadi Rp122,96 triliun per kuartal I-2021.

KPR Non-subsidi juga mulai menunjukkan peningkatan tipis di level 0,2% yoy menjadi Rp80,15 triliun pada akhir Maret 2021. Secara akumulatif, pertumbuhan kredit di segmen perumahan tumbuh sebesar 3,23% yoy menjadi Rp236,57 trilliun.

Kemudian, pada kredit di segmen non-perumahan tercatat tumbuh 2,87% yoy menjadi Rp24,76 triliun. Pertumbuhan tersebut ditopang kenaikan di segmen kredit konsumer dan kredit korporasi yang tumbuh masing-masing sebesar 9,43% yoy dan 7,44% yoy. 

Dari segi kualitas kredit, BBTN mencatatkan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) di posisi 1,94% pada kuartal pertama tahun ini. Posisi tersebut turun 44 basis poin (bps) dari 2,38% pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Adapun, Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) BBTN menjadi 115,93% per Maret 2021 atau naik 1.027 bps. 

“Kami terus berupaya memperbaiki kualitas kredit dengan mengoptimalkan penagihan, mempercepat penjualan aset, termasuk bekerja sama dengan perusahaan manajemen aset,” tambah Novie. (RCS)

Berita Terkait