Penyerapan Gas di Jambi Turun, Pendapatan Rukun Raharja Terkoreksi 5 Persen

10 September 2021 22:00 WIB

Penulis: Reza Pahlevi

Editor: Rizky C. Septania

Produksi gas PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) di Cilegon, Banten. (raja.co.id)

JAKARTA – Perusahaan gas, PT Rukun Raharja Tbk (RAJA), menyatakan turunnya penyerapan gas mereka di Jambi menjadi alasan turunnya pendapatan perusahaan pada semester I-2021. 

Pendapatan RAJA tercatat turun 5% menjadi US$50,15 juta sepanjang enam bulan pertama 2021. Pada periode yang sama tahun lalu, RAJA mencatatkan pendapatan sebesar US$53,01 juta.

“Kita mengalami penurunan sekitar US$2,8 juta dolar. Sebagian besarnya, US$2,71 juta, itu adalah menurunnya penyerapan gas kita di Jambi, yaitu di salah satu customer kita pabrik kertas di sana,” ujar Direktur RAJA Oka Lesmana dalam paparan publik, Jumat, 10 September 2021.

Selain berkurangnya penyerapan gas, Oka juga mengatakan turunnya pendapatan ini turut disebabkan oleh harga gas yang turun dalam Keputusan Menteri ESDM nomor 91K/12/MEM/2020 tentang harga gas bumi di pembangkit tenaga listrik.

“Ini jadi sudah regulated harga yang kejual ke pembangkit PLN (PT PLN (Persero),” tambah Oka.

Direktur Utama RAJA Djauhar Maulidi mengatakan pihaknya akan menambah volume gas yang dipasok ke PLN untuk tetap menjaga profitablitas perusahaan di masa mendatang. Langkah ini perlu diambil karena penentuan harga dari pemerintah tersebut.

Djauhar mengakui aturan harga baru ini memang membuat pihaknya cukup repot. Meski begitu, dirinya tetap yakin karena pihaknya memiliki infrastruktur sendiri. Aturan harga pemerintah sendiri mengatur margin dari ongkos distribusi serta margin perdagangan.

“Karena infrastruktur milik kita sendiri, kita mendapatkan paling tidak lebih kecil tapi tidak terpukul. Walaupun margin diatur pemerintah, kami akan lebih menitikberatkan pada volume,” jelasnya.

RAJA juga mengalami penurunan biaya pengangkutan gas (toll fee) yang menghubungkan gas antara Petronas dan PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB) di Gresik, Jawa Tengah. Oka menjelaskan volume pengangkutan gas ini turun yang membuat toll fee turut turun.

Meski pendapatan turun tipis, laba bersih RAJA justru melonjak 94% menjadi US$764.190 pada semester I-2021. Pada periode yang sama tahun lalu, laba bersih tercatat sebesar US$393.920.

Berita Terkait