Penyaluran Biodiesel Semester I-2021 Capai 4,3 Juta kL

26 Juli 2021 12:30 WIB

Penulis: Aprilia Ciptaning

Editor: Rizky C. Septania

Pengisian bahan bakar di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), di kawasan Kuningan, Jakarta, 10 Agustus 2020 lalu. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA – Total penyaluran volume biodiesel sepanjang semester I-2021 mencapai 4,3 juta kilo Liter (kL). Angka tersebut setara dengan 46,7% dari target penyaluran biodiesel tahun ini.

Seperti diketahui, penyaluran biodiesel ini menjadi bagian dari program Mandatori B30 yang telah dilaksanakan sejak awal 2020. Program ini menjadi prioritas nasional, dengan mencampur 30% biodiesel dengan 70% minyak solar.

Tujuannya untuk mengurangi emisi sekaligus mengurangi ketergantungan pada energi fosil, khususnya di sektor transportasi.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Dadan Kusdiana menyebut, manfaat yang dihasilkan dari program ini mencapai Rp29,9 triliun.

Angka tersebut terdiri dari penghematan devisa Rp24,6 triliun dan nilai tambah dari Crude Palm Oil (CPO) menjadi biodiesel sebesar Rp5,3 triliun. Selain itu, implementasi biodiesel juga dianggap berhasil mengurangi emisi CO2 sebesar 11,4 juta ton.

“Alokasi biodiesel yang ditetapkan pada tahun ini sebesar 9,2 juta kL, didukung oleh 20 BU BBN yang mengikuti pengadaan FAME. Mereka wajib mencampur BBN jenis biodiesel dengan minyak solar,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang dikutip Senin, 26 Juli 2021.

Adapun rata-rata serapan setiap bulan, yakni 766 ribu kL. Sejak Januari hingga Juni 2021, capaian rerata pemenuhan purchase order bulanan mencapai 93.03%.

Menurut Dadan, penyediaan dan pemanfaatan B30 telah menempatkan Indonesia pada posisi terdepan di dunia dalam implementasi biodiesel. Dalam hal ini, konsumen dapat menggunakan mesin dengan bahan bakar diesel, baik di sektor transportasi maupun sektor industri lainnya.

Kendati demikian, ia mengaku pandemi sempat memperlambat proses penyerapan biodiesel. Pasalnya, pemerintah telah menerapkan pembatasan mobilitas sehingga terjadi aktivitas di sektor transportasi maupun industri menurun.

Beberapa kendala yang dialami dalam penyaluran biodiesel pada periode ini, seperti tangki penyimpanan yang terbatas, keterlambatan dalam unloading FAME yang diakibatkan kepadatan di jetty, dan terjadi kerusakan peralatan di pabrik BUBBN.

Untuk memastikan penyaluran B30 berjalan lancar, Dadan bilang telah mempercepat persiapan tangki penyimpanan tambahan, penambahan fasilitas jetty, meningkatkan pengawasan, dan menghimbau kepada industri BUBBN untuk menghindari unplanned maintenance.

“Kami optimistis dapat mencapai target penyerapan biodiesel pada akhir tahun ini,” ujar Dadan.

Berita Terkait