Penumpang MRT Anjlok 72 Persen Sejak Diberlakukan Work From Home

JAKARTA – Sejak imbauan work from home mulai diberlakukan pada Senin 16 Maret 2020, PT MRT Jakarta (Perseroda) mengaku ada penurunan signifikan jumlah penumpang .

Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar mengungkapkan, penurunan tersebut pada Rabu (18/3) mencapai 72 persen dibandingkan rata-rata penumpang harian sebelum merebaknya pandemi Covid-19.

“Dalam situasi normal, jumlah penumpang bisa berkisar 100.000. Namun, hari Rabu, 18 Maret 2020 jumlah penumpang hanya sekitar 28.000 orang,” ungkap William dalam keterangan tertulis, Jumat, 20 Maret 2020.

Menurutnya, jumlah penumpang akan terus menurun seiring gencarnya himbauan pemerintah untuk membatasi kegiatan di luar rumah.

Ia sendiri berharap, semakin banyak warga yang tinggal di rumah dan hanya keluar jika benar-benar membutuhkan.

Apabila terpaksa keluar rumah, ia menghimbau agar warga tetap menerapkan social distancing dengan penumpang lain.

“Pastikan untuk tetap menjaga personal hygine dan menerapkan social distancing terutama pada saat naik MRT. Jarak minimal satu meter dengan penumpang lainnya,” ungkap William.

Sebagai informasi, pemerintah dalam situs resminya covid-19.go.id telah mengumumkan per Kamis, 19 Maret 2020, kasus positif Covid-19 di Indonesia mencapai 309 orang. Terdapat 25 orang di antaranya yang meninggal dunia, dan 15 orang dinyatakan sembuh.

Tags:
Covid-19HeadlineMRTSocial DistancingVirus Corona
%d blogger menyukai ini: