Penjualan Turun, Laba Pizza Hut Malah Melejit 202,8 Persen Jadi Rp31,5 Miliar

19 Agustus 2021 13:02 WIB

Penulis: Aprilia Ciptaning

Editor: Amirudin Zuhri

Suasana di salah satu Gerai Pizza Hut, Jakarta, Kamis 2 Juni 2020. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA - Emiten pengelola dan pemegang hak merek Pizza Hut di Indonesia, PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) berhasil meraup laba yang melejit hingga 202,8% year-on-year (yoy) sepanjang semester I-2021.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan yang dirilis di Bursa Efek Indonesia (BEI), laba periode berjalan tercatat sebesar Rp31,5 miliar, melesat dari Rp10,4 miliar per semester I-2020.

Kendati demikian, penjualan PZZA justru turun 7,1% yoy, dari Rp1,81 triliun per Juni 2020 menjadi Rp1,68 triliun per Juni 2021. Jumlah tersebut diperoleh dari hasil penjualan dikurangi oleh potongan penjualan Rp3 miliar.Adapun penjualan paling besar disumbang dari makanan yang mencapai Rp1,59 triliun, disusul oleh minuman sebesar Rp95,3 miliar.

Di sisi lain, beban pokok pendapatan PZZA berhasil ditekan menjadi minus Rp566,9 miliar. Diketahui, sebelumya beban tersebut mencapai Rp634,6 miliar.

Total liabilitas perseroan per Juni 2021 tercatat Rp952 miliar, lebih rendah dibandingkan dengan Rp1,08 triliun per Desember 2020.

Begitu pula total ekuitas, menurun dari Rp1,15 per akhir tahun lalu, menjadi Rp1,12 triliun pada periode ini.

Total aset PZZA yang dibukukan per semester I-2021 sebesar Rp2,07 triliun, menurun dari Rp2,23 triliun per akhir tahun lalu.

Per Juni 2021, susunan pemegang saham PZZA dipegang oleh PT Sriboga Raturaya dengan porsi kepemilikan mayoritas, yakni 65,15%. Disusul oleh The Scottish Oriental Smaller Companies Trust Plc sebanyak 7,04% saham.

Kemudian, DBS Bank Ltd S/A Albizia Asean mengempit 6,34% dari keseluruhan saham PZZA. Sisanya sebanyak 28,87% saham PZZA tersebar di masyarakat.

Berita Terkait