Penjualan Stagnan, Stok Apartemen di Jakarta Menurun Jadi 38.278 Unit

06 Agustus 2021 16:42 WIB

Penulis: Aprilia Ciptaning

Editor: Amirudin Zuhri

Suasana bangunan apartemen di kawasan Jakarta Pusat/ Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA - Sektor residensial, terutama jual beli unit kondominium masih terus bergerak di tengah pandemi. Segmen pengguna pun dianggap sebagai prime mover

Lembaga independen survei properti, Knight Frank menyebut, pada tingkat regional rerata indeks residensial di Asia Pasifik berada pada kisaran 4,5% year-on-year (yoy) per kuartal II-2021. Angka ini sedikit melemah dibandingkan dengan kuartal sebelumnya yang sebesar 4,4%.

Adapun beberapa kota metropolitan juga mengalami pelemahan indeks, seperti Bengaluru, Bombay, dan Kuala Lumpur. Sementara itu, indeks residensial Jakarta masih berada di atas Bangkok dan Singapura.

Di Jakarta, pasokan apartemen per semester I tahun ini tercatat sebanyak 223.635 unit, mencakup akumulasi stok yang bertambah dari periode sebelumnya. Tingkat penjualan kali ini relatif stagnan dari periode sebelumnya, yakni 95,7% diikuti dengan kecenderungan harga jual yang melemah. 

Begitu pun stok baru yang akan masuk sampai 2024 ada 38.278 unit, menurun dibandingkan dengan semester I-2020 sebanyak 47.708 unit.

Country Head Knight Frank Indonesia Willson Kalip mengungkapkan, pandemi pada dasarnya menjadi momen untuk konsumen mencari atau membeli hunian. Hal ini disebabkan oleh hampir semua aktivitas yang dilakukan di dalam rumah.

“Dengan demikian, unit dengan harga terjangkau dan dilengkapi aksesibilitas yang tinggi, menjadi preferensi masyarakat saat ini,” mengutip keterangan resmi, Jumat, 6 Agustus 2021.

Menurutnya, kemudahan pembayaran dan stimulus dari pemerintah akan membantu merealisasikan optimisme transaksi. Angka penjualan awal (presales) untuk unit baru diketahui meningkat jika dibandingkan dengan periode sebelumnya, yaitu di kisaran 62,5%. 

Willson menambahkan, serapan apartemen terbesar saat ini datang dari segmen menengah (middle) sebesar 41,3%, diikuti dengan segmen lower-middle sebesar 23,6%. Total unit yang terserap pasar oleh kedua segmen tersebut mencapai 139.140 unit. 

Untuk mendorong penjualan tersebut, perlu strategi pemberian insentif kepada pengembang pada penjualan unit baru, seperti uang muka 0%, buy now pay later, tambahan diskon uang muka, tambahan perabotan, dan sebagainya.

Di samping itu, dari perspektif pengelola atau pengembang apartemen, insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) akan terefleksi lebih baik dalam penjualan jika diperpanjang sampai akhir tahun ini. 

Berita Terkait