Meski Penjualan Rumah dan Apartemen Merosot, Lippo Cikarang Masih Laba Rp246 Miliar

30 Juli 2021 14:43 WIB

Penulis: Reza Pahlevi

Editor: Amirudin Zuhri

Ilustrasi mal Lippo Cikarang / Dok. Perseroan

JAKARTA – Emiten properti milik konglomerat Mochtar Riady, PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK), mencatatkan laba bersih sebesar Rp246,05 miliar pada semester I-2021. Jumlah tersebut anjlok 38,5% dari catatan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp400,21 miliar.

Mengutip laporan keuangan interim LPCK di Bursa Efek Indonesia (BEI), pendapatan perusahaan anjlok 39,8% menjadi Rp655,06 miliar pada periode enam bulan pertama 2021. Pada semester I-2020, LPCK berhasil mencatatkan pendapatan sebesar Rp1,09 triliun.

Turunnya pendapatan LPCK ini disebabkan oleh penjualan rumah dan apartemen yang anjlok 44,8% atau Rp323,35 miliar pada semester I-2021 ini. Penjualan pos ini pun tercatat menjadi Rp379,99 miliar dari sebelumnya Rp721,34 miliar.

Penjualan tanah industri pun mencatatkan penurunan meski tidak sebesar penjualan hunian. Penjualan pos ini turun Rp53,52 miliar atau 44,85% jika dibandingkan dengan semester I-2020. LPCK berhasil menjual tanah industri senilai Rp65,78 miliar, lebih rendah dibanding semester I-2020 Rp119,3 miliar.

Di sisi lain, pendapatan pengelolaan kota berhasil meningkat tipis menjadi Rp160,85 miliar pada semester I-2021. Pada periode yang sama sebelumnya, LPCK mencatatkan pendapatan pos ini sebesar Rp159,11 miliar.

Terdapat penurunan kas dan setara kas sebesar Rp44,33 miliar sepanjang enam bulan pertama 2021. Ini pun membuat kas akhir periode tercatat sebesar Rp591,1 miliar, turun dari posisi kas awal periode Rp635,43 miliar.

Aset perusahaan tercatat sebesar Rp9,85 triliun pada semester I-2021, naik tipis dari posisi akhir tahun lalu sebesar Rp9,72 triliun. Aset lancar tercatat Rp6,75 triliun dan aset tidak lancar tercatat Rp3,1 triliun.

Liabilitas perusahaan tercatat sebesar Rp3,04 triliun dengan liabilitas jangka pendek sebesar Rp2,07 triliun dan liabilitas jangka panjang Rp972,66 miliar. Ekuitas masih tercatat lebih besar dari liabilitas, yaitu senilai Rp6,81 triliun.

 

Berita Terkait