Penjualan Ponsel dan Tablet Meningkat, Laba Bersih Erajaya Swasembada Meroket 170,88 Persen

24 Mei 2021 12:27 WIB

Penulis: Reza Pahlevi

Manajemen distributor ponsel dan elektronik PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) / Dok. Perseroan

JAKARTA – Emiten ritel produk elektronik, PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA), mencatatkan kinerja positif pada kuartal I-2021.

ERAA mencetak laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp278,2 miliar. Laba bersih ini meroket 170,88% dari catatan periode yang sama sebelumnya senilai Rp102,7 miliar.

Mengutip laporan keuangan ERAA di Bursa Efek Indonesia, Senin, 24 Mei 2021, penjualan neto pemilik toko ponsel Erafone ini melonjak 38,95% menjadi Rp10,85 triliun pada tiga bulan pertama 2021. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, perusahaan mencatatkan penjualan neto Rp7,81 triliun.

Hasil penjualan yang moncer ini tidak terlepas dari meningkatnya penjualan telepon seluler dan tablet. Penjualan tersebut melonjak 47,79% menjadi Rp8,78 triliun dari sebelumnya Rp5,94 triliun.

Peningkatan juga terlihat di pos penjualan komputer dan peralatan elektronik lainnya juga aksesoris dan lain-lain. Penjualan komputer dan peralatan elektronik lainnya meningkat 71,6% menjadi Rp535,16 miliar dari sebelumnya Rp311,87 miliar. Penjualan aksesoris dan lain-lain meningkat 47,6% jadi Rp732,51 miliar dari sebelumnya Rp496,13 miliar.

Sementara itu, hanya penjualan produk operator yang mengalami penurunan. Penjualan ini turun 24,14% menjadi Rp803,08 miliar dari sebelumnya Rp1,06 triliun.

Produk Apple menjadi kontributor terbesar penjualan neto ERAA pada kuartal I-2021. Produk Apple menyumbang penjualan senilai Rp3,59 triliun atau 33,1% dari total penjualan.

Penyumbang penjualan kedua adalah Samsung dengan penjualan senilai Rp2,24 triliun atau 20,6% dari total penjualan. Di posisi ketiga adalah Xiaomi dengan penjualan senilai Rp856,7 miliar atau 7,89%.

Di sisi liabilitas, tercatat kenaikan 9,8% di pos ini jika dibandingkan dengan posisi akhir 2020. Liabilitas ERAA menjadi Rp6,06 triliun dari sebelumnya Rp5,52 triliun. Sebagian besar nilai liabilitas ini adalah liabilitas jangka pendek senilai Rp5,67 triliun. Sementara itu, liabilitas jangka panjang tercatat hanya Rp393,87 miliar.

Ekuitas ERAA juga tercatat meningkat 4,1% pada tiga bulan pertama 2021 ini. Kini, ekuitas perusahaan berada di Rp5,92 triliun dari posisi akhir tahun yang senilai Rp5,69 triliun.

Aset perusahaan pun tercatat berada di angka Rp11,98 triliun. Total aset ini meningkat 6,9% dari posisi akhir tahun yang senilai Rp11,21 triliun. Aset lancar tercatat Rp7,96 triliun dan aset tidak lancar tercatat Rp4,02 triliun. (RCS)

Berita Terkait