Penjualan Nikel Melonjak 64,8 Persen, Central Omega Resources Berbalik Laba Rp2,53 Miliar

14 September 2021 18:21 WIB

Penulis: Reza Pahlevi

Editor: Laila Ramdhini

JAKARTA – Emiten nikel PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) mencatatkan penjualan sebesar Rp764,95 miliar sepanjang semester I-2021. Jumlah penjualan bijih nikel dan feronikel ini meningkat 64,8% dibandingkan penjualan semester I-2020 sebesar Rp464,3 miliar.

Mengutip laporan keuangan interim pada Selasa, 14 September 2021, penjualan periode ini didominasi penjualan domestik sebesar Rp452,7 miliar. PT Indonesia Tsinghan Steel menjadi pembeli terbesar senilai Rp125,28 miliar. Sementara itu, ekspor tercatat sebesar Rp312,25 miliar.

Catatan ekspor-domestik ini berbanding terbalik dengan periode yang sama tahun lalu di mana ekspor justru mendominasi penjualan sebesar Rp453,72 miliar dan domestik hanya sebesar Rp10,57 miliar.

Direktur Central Omega Resources Feni Silviani Budiman menjelaskan pendorong utama kenaikan penjualan berasal dari produk smelter yang secara volume meningkat.

“Hal utamanya karena strategi smelter perseroan untuk membuat produk dengan spesifikasi kadar nikel yang lebih rendah sehingga menghasilkan jumlah produk yang lebih banyak,” ujar Feni dalam paparan publik, 30 Agustus 2021.

Beban pokok penjualan DKFT tercatat sebesar Rp742,29 miliar pada enam bulan pertama 2021. Jumlah ini membengkak 41,9% dari Rp523,09 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Laba bruto pun tercatat sebesar Rp22,66 miliar pada semester I-2021, berbalik dari rugi bruto sebesar Rp58,79 miliar pada semester I-2020.

Laba bersih atau laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk pun tercatat sebesar Rp2,53 miliar dengan laba per saham Rp0,46 pada semester I-2021. Catatan ini berbanding terbalik dari rugi Rp85,14 miliar dengan rugi per saham Rp15,55 pada semester I-2020.

Terdapat kenaikan bersih kas dan setara kas sebesar Rp111,73 miliar sepanjang semester I-2021. Posisi kas pun tercatat Rp153,76 miliar pada akhir periode, meningkat dari Rp41,9 miliar pada awal periode.

Aset perusahaan tercatat sebesar Rp2,62 triliun pada semester I-2021, meningkat tipis dari posisi Rp2,56 pada akhir tahun lalu. Aset lancar tercatat sebesar Rp1,06 triliun dan aset tidak lancar Rp1,56 triliun.

Liabilitas DKFT tercatat meningkat menjadi Rp1,98 triliun pada semester I-2021, meningkat tipis dari Rp1,87 triliun pada akhir 2020. Di sisi lain ekuitas tercatat turun menjadi Rp644,07 miliar dari sebelumnya Rp698,85 miliar.

Sebagai informasi, Central Omega Resources utamanya dimiliki perusahaan tambang asal China, PT Jinsheng Mining, dengan kepemilikan saham 59,76%. DKFT tercatat memiliki 3 tambang nikel, yaitu dua di Morowali Utara, Sulawesi Tengah, dan satu di Konawe Utara, Sulawesi Tenggara. 

Berita Terkait