Penjualan Naik Dua Digit, Kalbe Farma (KLBF) Kantongi Laba Bersih Rp835 Miliar

30 April 2022 10:05 WIB

Penulis: Ananda Astri Dianka

Editor: Laila Ramdhini

Kantor PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) / Kalbe.co.id

JAKARTA — PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) membukukan kinerja positif sepanjang kuartal I-2022. Berdasarkan laporan keuangan perseroan, KLBF meraup laba bersih senilai Rp834,88 miliar, meningkat 16,53% year on year (yoy) dari Rp716,46 miliar pada kuartal I-2021.

Pertumbuhan laba terdorong oleh penjualan bersih yang juga mengalami pertumbuhan hingga dua digit. Sepanjang tiga bulan pertama tahun ini, KLBF mencatatkan penjualan sebesar Rp7,01 triliun, tumbuh 16,6% dari periode yang sama pada 2021 sebesar Rp6,01 triliun. 

"Pertumbuhan laba bersih yang lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan penjualan bersih terutama disebabkan oleh peningkatan efisiensi pada kegiatan operasional," kata manajemen Kalbe Farma dalam keterangan resmi, dikutip Sabtu 30 April 2022. 

Laba usaha perseroan meningkat 17,2% menjadi Rp1,05 triliun pada kuartal I-2022, dengan rasio laba usaha terhadap penjualan sebesar 15%. Laba sebelum pajak penghasilan pada kuartal I-2022 sebesar Rp1,09 triliun bertumbuh 18%. Adapun margin laba sebelum pajak penghasilan mencapai 15,6%, naik 15,4% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Dari segi pertumbuhan dan kontribusi per divisi, pada kuartal pertama tahun ini, Divisi Distribusi & Logistik meraih peningkatan penjualan bersih sebesar 28,9% menjadi Rp2,59 triliun, dari Rp2,01 triliun di kuartal pertama 2021, serta menyumbang 36,9% terhadap total penjualan bersih perseroan. 

Divisi Nutrisi membukukan penjualan bersih sebesar Rp1,88 triliun pada kuartal I-2022, tumbuh 13,8% dari pencapaian di tahun sebelumnya dan menyumbang 26,9% dari total penjualan. Selanjutnya, Divisi Obat Resep perseroan membukukan peningkatan penjualan sebesar 9,5% menjadi Rp1,52 triliun dari Rp1,39 triliun, serta menyumbang 21,8% dari total penjualan bersih. 

Sedangkan, Divisi Produk Kesehatan meraih peningkatan penjualan sebesar 6,0% menjadi Rp1 miliar dengan kontribusi sebesar 14,4% terhadap total penjualan bersih.

Pada 2022, dengan kondisi ekonomi yang mulai kembali pulih dan ekspektasi transisi
COVID-19 ke arah endemi, KLBF menargetkan pertumbuhan penjualan bersih tahun ini
menjadi sebesar 11%-15% dengan proyeksi pertumbuhan laba bersih sekitar 11%-15%. 

"Perseroan juga mempertahankan anggaran belanja modal sebesar Rp1,0 triliun yang akan digunakan untuk perluasan kapasitas produksi dan distribusi."

Adapun rasio pembagian dividen dipertahankan pada rasio 45%-55%, dengan memperhatikan ketersediaan dana dan kebutuhan pendanaan internal.

Berita Terkait