Penjualan Mitra UMKM di Stasiun MRT Merosot Akibat COVID-19

Dari prospek yang menjulang, kini industri sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di stasiun Moda Raya Terpadu (Mass Rapid Transit/MRT) Jakarta kian melesu akibat terdampak virus corona (COVID-19). Salah satu mitra UMKM PT MRT Jakarta mengaku penjualannya merosot hingga 67%.

Agustina Sjamsuri pemilik Lemper Purnama yakni salah satu mitra UMKM PT MRT Jakarta mengatakan sejak awal Maret sudah terjadi penurunan penjualan yang cukup drastis.

“Penjualan paling dapat Rp1 juta saja. Produksinya dari yang biasanya 12-14 kilogram per hari, sekarang tinggal setengahnya,” ujar Agustina kepada wartawan TrenAsia.co di Jakarta, Jumat, 27 Maret 2020.

Artinya, saat ini penjualan yang didapatkan hanya Rp30 juta per bulannya atau merosot hingga 67%. Padahal sebelumnya, Agustina menyampaikan bisnis UMKM di stasiun MRT Jakarta memiliki prospek yang bagus yakni rata-rata penjualan mencapai Rp3 juta per hari atau Rp90 juta per bulan.

Sementara, pengelola stasiun MRT sendiri belum memberikan kebijakan mengenai penyesuaian tarif sewa tempat bagi para mitra UMKM.

“Biaya sewa tetap bayar seperti biasa per bulan ini sebesar Rp1,5 juta, untuk bulan depan kami belum dapat informasi,” jelas Agustina.

Agustina juga mengatakan saat ini banyak mitra UMKM yang tutup, termasuk kedai miliknya. Hal ini sejalan dengan instruksi pemerintah setempat serta untuk mencegah penyebaran COVID-19 kepada para karyawan. (SKO)

Tags:
Covid-19jakartaMRT JakartapenjualanStasiunumkmVirus Corona
wahyudatun nisa

wahyudatun nisa

Lihat Semua Artikel ›

%d blogger menyukai ini: