Penjualan Lazada Melesat 45% Berkat Fitur LazLive

17 Juni 2020 17:55 WIB

Penulis: Khoirul Anam

Pekerja menyiapkan barang pesanan untuk dikirimkan kepada pembeli di gudang toko daring Lazada di Cimanggis, Depok, Jawa Barat. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA – Fitur livestreaming Lazlive yang dihadirkan platform e-commerce Lazada mendapatkan lebih dari 27 juga penonton dari enam negara di kawasaan Asia Tengara. Jumlah angka penonton LazLive paling banyak terjadi di Indonesia, yakni kenaikan sebanyak 25% di Mei dibandingkan dengan pada April.

Fitur tersebut berupa interaksi langsung secara daring dengan pengguna Lazada. Dalam fitur tersebut, Lazada menjadi satu-satunya platform e-commerce di Asia Tenggara yang menawarkan fitur See-Now-Buy-Now (Lihat-Sekarang-Beli-Sekarang). Hal ini yang mendorong lebih banyak penonton kembali menonton LazLive di hari berikutnya sehingga mencetak angka lonjakan kunjungan per hari sebanyak 40% sejak April. 

“LazLive menerapkan sistem inklusif (closed loop) untuk transaksi dalam aplikasi, yang memungkinkan transaksi lebih tinggi dan pengalaman yang lebih baik bagi konsumen,” ujar Chief Executive Officer Lazada Group Pierre Poignant dalam keterangan resmi, Rabu, 17 Juni 2020.

Dia mengaku, di akhir Juni, Lazada menargetkan peningkatan frekuensi sesi LazLive sebesar 50% dan total kenaikan penonton sebesar 40% dibandingkan dengan saat ini. Untuk market Indonesia, Pierre menyebutkan, official store Xiaomi di Lazada berhasil meningkatkan ribuan pengikut setelah mereka menggunakan channel LazLive baru-baru ini untuk seri Redmi terbarunya.  

“Kami terus membantu para pelaku usaha untuk senantiasa membangun hubungan dengan konsumen melalui teknologi yang inovatif, saat terjadi perubahan perilaku konsumen dan praktik usaha di seluruh Asia Tenggara akibat COVID-19,” tambahnya.  

Untuk diketahui, di Indonesia, tercatat lebih dari 12.000 akun yang mendapatkan akses LazLive pada Mei. Angka ini menunjukkan kenaikan akun pengguna LazLive hampir lebih dari dua kali lipat dibandingkan dengan total keseluruhan akun pengguna LazLive di 2019.

Sementara itu, pada April lalu, total pertumbuhan angka transaksi alias gross merchandise value (GMV) yang dihasilkan melalui LazLive meningkat 45%. Ini membantu meningkatkan penjualan brand dan juga seller individu meskipun adanya peraturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan juga anjuran karantina mandiri di seluruh kawasan Asia Tenggara. (SKO)

Berita Terkait