Penjualan Itama Ranoraya (IRRA) Meroket 366 Persen, Didominasi Alat Tes Antigen

22 Juni 2021 21:32 WIB

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Emiten farmasi dan alat kesehatan PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) saat IPO di Bursa Efek Indonesia / Dok. Perseroan

JAKARTA – Emiten peralatan dan perlengkapan medis, PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA), sukses membukukan penjualan sebesar Rp331,0 miliar pada periode lima bulan pertama tahun ini. Angka tersebut meroket 366% year-on-year (yoy) dari periode yang sama tahun lalu, sebesar Rp71,02 miliar.

Dengan catatan tersebut, perseroan semakin optimistis dapat mencapai target pertumbuhan sebesar 80% hingga 100% hingga akhir tahun 2021. Apalagi, dengan adanya peningkatan performa yang ditopang oleh segmen ritel.

Produk in vitro berupa antigen test masih penyumbang terbesar penjualan perseroan. Diikuti produk Abbott lainnya seperti Reagen dan Mesin plasma yaitu Terumo. Pada semester I-2021, penjualan didominasi oleh segmen ritel (Non-APBN/APBD), dan ini yang membuat pertumbuhan naik signifikan.

Direktur Utama Itama Ranoraya Tbk Heru Firdausi Syarif menjelaskan sebelumnya pelanggan perseroan mayoritas berasal dari institusi pemerintah seperti untuk program imunisasi, pengadaan peralatan medis di sejumlah rumah sakit pemerintah.

Hal tersebut, kata dia, membuat perolehan pendapatan secara kuartalan terdistribusi pada triwulan III-2021 dan IV-2021. Sedangkan, tahun ini perseroan mulai memperkuat segmen ritel atau non-pemerintah untuk semakin memperbesar pangsa pasar, dan diversifikasi segmen pelanggan yang lebih solid.

“Ini yang membuat lonjakan perolehan penjualan kami di semester satu ini. Segmen swasta dan ritel relatif merata secara kuartalan, berbeda dengan segmen pemerintah yang biasanya mulai terlihat di kuartal III dan puncaknya kuartal IV”, ungkap Heru, Selasa, 22 Juni 2021.

Kenaikan yang cepat untuk segmen ritel juga dikarenakan produk peseroan seperti Swab Antigen Test yang kini menjadi produk yang dikonsumsi secara reguler. Ditambah, status produk Swab Antigent Test IRRA dengan merk Panbio sebagai produk rekomendasi WHO karena akurasi hasilnya.

Pada awal pekan lalu, lanjut Heru, perseroan telah melakukan kerja sama melalui penandatanganan nota kesepahaman dengan PT Kimia Farma Diagnostik.

Anak usaha PT Kimia Farma Apotek ini memiliki jaringan 422 klinik dan 73 laboratorium untuk penyediaan alat test Swab Antigent Test Panbio. Dengan kerja sama tersebut, IRRA menargetkan tambahan penjualan 300.000 unit Panbio per bulannya.    

Direktur Pemasaran Itama Ranoraya Hendry Hermen mengungkapkan tahun ini pihaknya melakukan penambahan karyawan yang cukup signifikan, terutama bagian penjualan untuk masuk ke segmen ritel.

Ia menilai, masuknya perseroan di segmen ritel akan semakin lengkap dengan tambahan produk baru perseroan yaitu Avimac yang merupakan imunomodulator untuk peningkat imun tubuh.

“Avimac sudah mulai berkontribusi di penjualan kuartal III dan di awal, kami targetkan bisa terjual 150.000 botol, dengan kontribusi terhadap pendapatan mencapai 4-5 persen di tahun ini,” imbuhnya. (LRD)

Berita Terkait