Peningkatan Mobilitas Dorong Pemulihan Bisnis Kartu Kredit Bank Jumbo

15 Oktober 2021 19:30 WIB

Penulis: Muhamad Arfan Septiawan

Editor: Rizky C. Septania

Kartu Kredit mandiri Mandiri Corporate Card Mastercard (Dok: Perusahaan) (Kartu Kredit mandiri Mandiri Corporate Card Mastercard (Dok: Perusahaan))

JAKARTA - Restriksi mobilitas yang diturunkan secara bertahap oleh pemerintah berimplikasi positif terhadap lini bisnis kartu kredit perbankan. Sejumlah bankir melihat efek pelonggaran Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) bisa semakin mendorong volume transaksi.

Direktur Konsumer PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) Lani Darmawan menyebut pelonggaran PPKM membuat tekanan pada lini bisnis ini semakin berkurang. Pada September 2021, volume transaksi kartu kredit terkontraksi 6,5% year on year (yoy). 

Meski masih negatif, kontraksi ini sebenarnya berkurang dibandingkan Agustus 2021 yang  mencapai 8% yoy. Lani bilang target pertumbuhan kartu kredit CIMB Niaga secara keseluruhan pada 2021 setidaknya bisa menyentuh minus 5% yoy. 

“Kami berharap kondisi saat ini dpt terus membaik. Sehingga kegiatan belanja dan travelling bisa mulai tinggi. Saya rasa impact pos akan terlihat mulai kuartal IV-2021  ini,” ucap Lani kepada TrenAsia.com, Jumat, 15 Oktober 2021.

Adaptasi digital juga dilakukan emiten bersandi BNGA ini dengan meluncurkan kartu kredit digital. Lani bilang upaya ini dilakukan seiring channel bisnis e-commerce yang melejit di Indonesia di masa pandemi COVID-19 ini.

E-commerce memang menjadi saluran baru yang tengah digenjot oleh lini bisnis perbankan, termasuk PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Baru-baru ini, bank swasta terbesar ini menjalin kerja sama dengan e-commerce Blibli.com untuk pengadaan kartu kredit digital.

Executive Vice President BCA I Ketut Alam Wangsawijaya mengatakan kartu kredit menyatakan perluasan kartu kredit digital ini diharapkan bisa membuat nilai outstanding kartu kredit BCA mulai kuartal IV-2021. Hingga September 2021, transaksi kartu kredit di BCA telah mencapai Rp42 triliun. 

“Prospek kartu kredit, tahun 2021 cukup challenging. penurunan Nilai transaksi september bergerak naik, cukup cepat rebound-nya,” ucap Alam dalam konferensi pers, Senin, 11 Oktober 2021.

Berbeda dengan CIMB, emiten pelat merah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) membidik target pertumbuhan bisnis kartu kredit lebih berani pada 2021. Senior Vice President (SVP) Credit Card Group Bank Mandiri Lila Noya menyebut opsi pembayaran ini masih prospektif di tahun ini, apalagi di tengah mobilitas yang meningkat.

“Pertumbuhan transaksi bisa lebih tinggi. Kartu kredit ada perbedaannya dengan pay later, salah satunya kartu kredit memiliki acceptance yg luas, dapat diterima di mana saja di seluruh dunia baik untuk transaksi online maupun transaksi di merchant,” ucap Lila kepada TrenAsia, Jumat, 15 Oktober 2021.

Lila menargetkan pertumbuhan outstanding kartu kredit pada tahun ini mampu menembus 6%. Sementara target volume transaksi diramal bakal menyentuh 10% pada tahun ini.

Meski begitu, outstanding kredit emiten bersandi BMRI itu masih terkorelasi 0,5% yoy pada semester I-2021. Lila memprediksi nilai itu segera terkerek bila restriksi mobilitas mulai dilonggarkan.

“Kami optimistis bisnis kartu kredit setelah pandemi tetap memiliki prospek untuk tumbuh. Apalagi jika traveling sudah dibuka,” papar Lila.

Berita Terkait