Peningkatan Mobilitas Dorong Kenaikan Bisnis Rental dan Lelang Adi Sarana Hingga 13 Persen

07 September 2021 19:00 WIB

Penulis: Ananda Astri Dianka

Editor: Rizky C. Septania

Suasana perdagangan mobil bekas di Bursa Mobil Summarecon Serpong Tangerang Selatan, Rabu 25 Agustus 2021. Foto : Panji Asmoro/TrenAsia (trenasia.com)

JAKARTA – PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA), emiten milik taipan Theodore Permadi Rachmat meraup berkah dari peningkatan mobilitas pasca pandemi untuk lini bisnis rental dan lelang kendaraan otomotif.

Sepanjang semester I-2021, bisnis lelang otomotif ASSA melalui anak usaha PT JBA Indonesia (JBA) berhasil mencatatkan pertumbuhan sebesar 13% untuk lelang mobil atau mencapai sebanyak 21.000 unit dibanding periode yang sama setahun sebelumnya.

“Pandemi COVID-19 dan pemberlakukan pembatasan sosial oleh pemerintah turut mendorong peningkatan jumlah kendaraan yang ditransaksikan melalui balai lelang,” kata Direktur ASSA, Jany Candra dalam Public Expose 2021, Selasa 7 September 2021.

Ia berharap tren ini akan terus berlanjut hingga akhir tahun. Mengingat selama pandemi minat masyarakat dalam membeli kendaraan pribadi lebih tinggi untuk menghindari penularan virus COVID-19 melalui transportasi umum.

Jany menjelaskan, sejak 2019, JBA telah mengembangkan sistem lelang online untuk menarik lebih banyak peserta yang turut serta dalam pelelangan. Sejak 2020, sistem lelang online juga dikembangkan menjadi aplikasi digital yang bisa diunduh dari Google Play Store dan Apple App Store sehingga meningkatkan peserta lelang di masa pandemi.

Selain itu, selama pandemi ASSA Rent juga terus meningkatkan layanan ke segmen-segmen seperti sektor pemerintahan dan logistik. Dalam rangka menggenjot kinerja lini bisnis lelang otomotif di tahun ini, JBA Indonesia memperluas jaringan di tiga kota yaitu Bandung, Kalimantan dan Sulawesi. 

“Langkah ini sebagai bagian dari upaya JBA dalam menjangkau lebih banyak customer terutama dari kota Indonesia bagian Timur,” tambah Jany. 

Sebagai informasi, International Finance Corporation (IFC) per 27 Juli 2021 juga telah menjadi pemegang saham ASSA setelah proses penerbitan Obligasi Konversi selesai. Selain itu, potensi peningkatan bisnis ASSA dari bisnis rental dan lelang akan melengkapi kenaikan pilar bisnis logistik ASSA lainnya dari bisnis kurir Anteraja yang menjadi pendorong utama bisnis ASSA pada 2021.

Berita Terkait