Pengunjung Candi Borobudur Membeludak, Bakal Dibatasi 128 Orang Per Hari

March 13, 2021, 03:40 PM UTC

Penulis: Reza Pahlevi

Menkomarves Luhut Binsar Pandjaitan dan Mendikbud Nadiem Makarim saat mengunjungi destinasi wisata Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah / Dok. Kemenkomarves

JAKARTA – Dalam kunjungannya ke Candi Borobudur, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menkomarves) Luhut Binsar Pandjaitan menyebut permasalahan utama di Candi Borobudur adalah jumlah pengunjung yang melebihi batas.

Pada tahun 2019 tercatat lebih dari 3,3 juta orang yang berkunjung ke Candi Borobudur, atau setara dengan 8.000 orang/hari. Berdasarkan hasil studi Balai Konservasi Borobudur, idealnya maksimal pengunjung Candi Borobudur sebanyak 128 orang/hari.

Menkomarves menjelaskan masalah tersebut berdampak langsung terhadap Candi Borobudur dengan memberikan tekanan besar terhadap struktur candi.

“Untuk memastikan agar dampak pelestarian Candi Borobudur ini berkelanjutan, kita akan melibatkan masyarakat secara aktif. Dengan demikian, akan tumbuh rasa bertanggung jawab untuk merawat dan melestarikan peninggalan ini hingga ke generasi mendatang,” ujar Menkomarves dalam keterangan resmi, dikutip Sabtu, 13 Maret 2021.

Luhut juga memaparkan bahwa melalui kunjungan ini, pemerintah akan menyiapkan kawasan Candi Borobudur menjadi laboratorium konservasi cagar budaya bertaraf internasional.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim mengemukakan Candi Borobudur menyandang beberapa status, yaitu Warisan Dunia, Kawasan Cagar Budaya peringkat nasional, Kawasan Strategis Nasional, Obyek Vital Nasional, dan terakhir sebagai salah satu Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP).

Nadiem melanjutkan rencana pengelolaan terpadu Candi Borobudur akan meliputi fasilitas interpretasi dan informasi mengenai nilai penting Kompleks Candi Borobudur dan peningkatan kualitas lingkungan hidup dan sumber daya alam.

Lalu, pengembangkan pariwisata berkelanjutan yang mendukung pelindungan kompleks Candi Borobudur dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, peningkatan kegiatan konservasi cagar budaya di kawasan, serta perbaikan tata kelola.

“Pengembangan atraksi-atraksi penunjang pada sejumlah titik di sekitar kompleks Candi Borobudur sejatinya bertujuan untuk menyebar kunjungan wisata, sehingga mengurangi beban pada Candi Borobudur itu sendiri. Hal ini harus selaras dengan semangat melindungi lanskap budaya kompleks Candi Borobudur,” ujar Nadiem. (SKO)