Pengguna Kendaraan Listrik Bisa Isi Baterai Pakai Aplikasi Charge.IN

02 Februari 2021 12:44 WIB

Penulis: Aprilia Ciptaning

Direktur Niaga dan Pelayanan PT PLN (Persero) Bob Saril melakukan simulasi pengisian listrik kendaraan bermotor di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) PLN, di Kantor Pusat PLN, Trunojoyo, Jakarta, Senin, 9 November 2020. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA – PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN meluncurkan aplikasi pengisian baterai bernama Charge.IN. Layanan ini diberikan khusus bagi pengguna motor maupun mobil listrik dalam memonitor pengisian baterai.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana mengatakan, Charge.IN menjadi aplikasi pertama pengisian baterai yang dihadirkan di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

Adapun untuk lokasi charging station, hingga saat ini sudah ada 101 unit pada 73 lokasi di beberapa area seperti SPBU, SPBG, perkantoran, perhotelan, pusat perbelanjaan, area parkir, maupun rest area di sepanjang jalur tol. Seperti diketahui, perusahaan pelat merah ini telah menargetkan tambahan charging station hingga 24.720 unit untuk 10 tahun ke depan.

“Aplikasi ini diharapkan dapat mendukung percepatan program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) seperti yang telah diamanatkan dalam pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai untuk Transportasi Jalan dan dan Peraturan Menteri ESDM Nomor 13 tahun 2020,” mengutip keterangan tertulis, Selasa, 2 Februari 2021.

Ia mengungkapkan, program kendaraan listrik sendiri dinilai sejalan dengan upaya menekan impor Bahan Bakar Minyak (BBM) dalam Grand Strategi Energi Nasional. Pemerintah pun telah menargetkan sebanyak dua juta unit mobil dan 13 juta unit motor listrik pada 2030.

Upaya ini, kata dia, bertujuan untuk mengganti konsumsi BBM kurang lebih 77.000 barel per hari sehingga dapat menurunkan emisi GRK sebesar 7,23 juta ton CO2e.

“Kami berharap, kehadiran Charge.IN dapat mendorong =penggunaan KBLBB ke depan menjadi lebih masif,” tambahnya. Dengan demikian, ia menilai bisa tercipta udara yang lebih bersih, efisien, dan ramah lingkungan serta modern.

Berita Terkait