Pengembangan Motor Listrik Indonesia Gunakan Konsep Circular Economy, Maksudnya?

JAKARTA – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berkomitmen untuk terus mendorong pengembangan industri sepeda motor listrik di Tanah Air. Pasalnya, pemanfaatan kendaraan listrik yang ramah lingkungan diyakini mampu memberikan nilai lebih bagi sistem transportasi dibandingkan dengan kendaraan konvensional.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin Doddy Rahadi menyebut, program percepatan pembangunan kendaraan listrik ini dilakukan guna memperkuat ketahanan energi di Indonesia. Khususnya, dengan menciptakan efisiensi dan konversi energi di sektor transportasi.

“Dan terwujudnya energi bersih, kualitas udara bersih dan ramah lingkungan, serta komitmen Indonesia menurunkan emisi gas rumah kaca,” terang Doddy dalam rilis resminya, disitir Sabtu, 7 Novembr 2020.

Dalam rangka mewujudkan visi-misi tersebut, pemerintah telah menetapkan sejumlah kebijakan dan strategi percepatan. Ada tiga tahap yang bakal dilakukan, mulai dari jangka pendek, menengah, dan panjang.

Konsep utama yang dibangun dalam pengembangan industri sepeda motor listrik ini adalah circular economy. Hal itu dilakukan sebagai upaya menekan efek negatif dari kendaraan listrik, yakni menumpuknya baterai lithium.

Sebagaimana diketahui, baterai lithium memiliki masa pakai dengan jangka waktu tertentu dan siklus pengisiannya yang masih amat terbatas. Nah dengan konsep ini, kata Doddy, baterai yang sudah terpakai nantinya bisa diolah kembali.

“Terlebih lagi Indonesia tidak memiliki sumber alam mineral lithium, sehingga konsep circular economy akan menjadi lebih tepat,” sebut Kepala BPPI.

Kepala Balai Riset dan Standardisasi Industri (Baristand) Surabaya Aan Eddy Antana menambahkan, kini instansinya telah mengerjakan beberapa penelitian terkait motor listrik. Salah satu kajiannya meneliti soal stasiun pengisian baterai kendaraan listrik.

Rencananya, daya untuk pengisian baterai sepeda motor listrik didapat dari panel surya yang digabungkan dengan sumber tegangan dari grid Perusahaan Listrik Negara (PLN).

“Nantinya, stasiun pengisian beterai sepeda motor listrik dilengkapi dengan web box untuk keperluan komunikasi data agar pemilik stasiun dapat memonitor secara real time dan panel interface untuk keperluan billing pelanggan,” pungkas dia.

Tags:
HeadlinekemenperinKementerian PerindustrianKendaraan Bermotor Listrik Berbasis BateraiMotor Listrik
Fajar Yusuf Rasdianto

Fajar Yusuf Rasdianto

Lihat Semua Artikel ›

%d blogger menyukai ini: