Pengembang Triniti Dinamik Minta Diskon PPN Properti dan Rumah Diperpanjang

15 Juni 2021 08:03 WIB

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Emiten properti dan real estate, PT Triniti Dinamik Tbk (TRUE) merupakan pemilik apartemen The Smith / Dok. Perseroan

JAKARTA – Emiten properti dan real estate, PT Triniti Dinamik Tbk (TRUE) optimistis perpanjangan insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) mampu menggairahkan permintaan masyarakat sehingga mendongkrak penjualan hunian.

“Kami yakin insentif PPN mampu menggairahkan permintaan hunian. Hal itu terlihat juga dari penjualan apartemen kami di The Smith. Karena itu, kami berharap insentif PPN dapat diperpanjang,” kata Presiden Direktur Triniti Dinamik, Samuel Stepanus Huang, di Jakarta, Senin 14 Juni 2021.

Menurut Samuel, penjualan hunian di The Smith sepanjang periode Januari – Mei 2021 telah meroket hingga 300% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2020.

Sebagaimana diberitakan, pemerintah membebaskan PPN untuk rumah tapak dan rumah susun (rusun) yang dibanderol berkisar Rp300 juta hingga Rp2 miliar.

Langkah pemerintah menanggung PPN itu berlaku untuk rumah yang sudah jadi (ready stock) dan penyerahannya di rentang Maret – Agustus 2021. Aturan itu tertuang di dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 21/PMK/010/2021 yang diterbitkan Maret 2021.

“Kami yakin, penjualan sektor hunian di Tanah Air bisa bertumbuh minimal 100 persen bila diperpanjang hingga akhir 2021 karena masyarakat masih memiliki daya beli,” imbuhnya.

Salah satu proyek Triniti Dinamik adalah The Smith di Tangerang, Banten. Proyek ini terdiri atas 652 unit, yaitu 112 unit perkantoran, 100 unit SOHO dan 440 unit residensial.

Proyek ini dilengkapi sejumlah penunjang yang menambah kenyamanan para penghuni seperti kolam renang, fitness centre, sky lounge, gaming room, dan co-working space.

The Smith dirancang khusus oleh arsitek Polandia yang berkantor pusat di Singapura. Arsitek ini mengembangkan konsep yang fokus pada teknologi, desain yang minimalis, high tech, modern disertai perpaduan warna milenial yang diharapkan mampu memenuhi keperluan perusahaan-perusahaan start up modern dan kekinian.

“Kami berharap sisa unit yang belum terjual dapat diserap pasar seluruhnya hingga akhir 2021. Seluruh unit di The Smith sudah jadi,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua DPD Real Estat Indonesia (REI) DKI Jakarta Arvin F Iskandar mengungkapkan insentif PPN perlu dilengkapi dengan kemudahan persetujuan (approval) perbankan bagi konsumen yang mengurus KPR/KPA.

Kemudahan persetujuan bank itu diharapkan untuk properti yang mendapat insentif PPN maupun yang tidak mendapat insentif PPN. Tentu dengan tetap memperhatikan asas kehati-hatian bank.

“Kami memerlukan kecepatan approval bank, selain cepat juga kami harapkan lebih fleksibel,” kata Arvin Iskandar.

Lebih lanjut, kecepatan approval tadi dipercaya mampu menggerakkan sektor properti sekaligus perekonomian secara luas. “Kami juga berharap durasi insentif PPN diperpanjang menjadi satu tahun. Kalau itu terjadi, kami bersyukur,” pungkasnya. (SKO)

Berita Terkait