Pengangguran Februari 2020 Tembus 6,88 Juta

May 05, 2020, 04:09 PM UTC

Penulis: Ananda Astri Dianka

Suhariyanto, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) menyampaikan kinerja pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I-2020 dalam konferensi pers virtual di Kantor BPS, Jakarta, Selasa, 5 Mei 2020/ Sumber: Dokumentasi Trenasia.co

JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan kenaikan jumlah pengangguran di Indonesia sebanyak 60.000 orang jika dibandingkan dengan periode tahun sebelumnya. Sehingga, data per Februari 2020 ada 6,88 juta orang menganggur.

Angka ini terakumulasi sebelum diumumkannya kasus COVID-19 di Indonesia pada 2 Maret 2020 silam. Artinya, hingga hari ini jumlah konkret angka pengangguran belum terekam, BPS baru akan kembali mengumumkan data pengagguran pada Agustus 2020 mendatang.

“Sementara, tingkat pengangguran terbuka melandai tipis menjadi 4,99% dari sebelumnya 5,01%,” kata Kepala BPS, Suhariyanto dalam konferensi pers virtual di Kantor BPS, Jakarta, Selasa, 5 Mei 2020.

Tercatat, jumlah angkatan kerja per Februari 2020 bertambah 1,73 juta orang menjadi 137,91 juta orang dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Namun, tingkat partisipasi angkatan kerja turun 0,15%.

Meski begitu, Suhariyanto mengaku tidak hanya mencatat berkurangnya pekerja, tetapi juga penambahan. Adapun, sektor yang mengalami peningkatan penyerapan tenaga kerja adalah kesehatan, pendidikan, dan konstruksi.

“Sedangkan yang turun terutamanya dari sektor pertaniam, perdagangan, dan jasa lainnya,” imbuh dia.

Merujuk pada data yang dirilis BPS, jumlah pengangguran di kota turun menjadi 6,15% dari 6,3%. Sebaliknya, pengangguran di desa naik menjadi 3,55% dari sebelumnya 3,45%.

Iklan Lowongan Kerja

Selain itu, berdasarkan analisis big data ketenagakerjaan sepanjang Januari – April 2020, BPS mengungkapkan ada penurunan jumlah iklan lowongan kerja di semua sektor bisnis.

Beberapa data yang ditampilkan yaitu lowongan kerja di sektor informasi dan komunikasi dari 1.959 pada Januari 2020 turun menjadi 1.184 pada April 2020. Lalu, jasa perusahaan juga turun dari 1.825 menjadi 563 lowongan kerja.

Sementara, jasa keuangan dari 1.788 turun jadi 1.134. Lalu, industri pengolahan turun dari 1.617 menjadi 631 dan jasa lainnya dari sebelumnya 1.513 menjadi 1.008. 

Sektor perdagangan turun dari 1.123 menjadi 494. Jasa kesehatan dan kegiatan sosial dari 474 menjadi 365. Jasa pendidikan, dari 465 menjadi 143. Akomodasi makan dan minum, dari 455 menjadi 138. Terakhir, konstruksi turun dari 225 menjadi 227 lowongan kerja.