Penerus Grup Lippo John Riady Blak-Blakan Soal Transformasi Digital Multipolar

15 September 2021 17:05 WIB

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Editor: Laila Ramdhini

Lippo Mall Puri. / Dok. Perseroan

JAKARTA – Direktur Eksekutif Grup Lippo John Riady mengungkapkan proses transformasi digital yang tengah dijalankan PT Multipolar Tbk (MLPL). Baginya, Multipolar siap masuk ke dalam ekosistem digital nasional. 

John menyatakan dalam beberapa tahun terakhir, Multipolar telah berinvestasi pada bisnis digital di Indonesia hingga Asia Tenggara, antara lain melalui Ruang Guru, OVO, Klinik Pintar, Zillingo, Sociola, Grab, hingga Carro.

John menilai kemajuan teknologi informasi turut menciptakan disrupsi di berbagai lini ekonomi, selain mengubah gaya hidup masyarakat. Hal inilah yang menurutnya dapat menciptakan peluang-peluang baru bagi Indonesia untuk menjadi salah satu pemain utama ekonomi digital dunia.

“Sejak lama, saya melihat adanya gelagat pertumbuhan dan efek dari perkembangan industri teknologi informasi di sektor ekonomi,” ujarnya dikutip dari keterangan resmi, Rabu, 15 September 2021.

Ke depan, ia melihat pertumbuhan semakin besar ditopang oleh jumlah populasi dan penguatan infrastruktur digital yang dibangun pemerintah. Pada fase itu, kata dia, Indonesia berpeluang besar untuk tampil sebagai pemain terdepan dalam perekonomian digital.

Untuk itu, ia bertekad membawa Grup Lippo menerapkan strategi digital dalam membangun usahanya dengan melakukan reposisi bisnis dalam empat tahun terakhir. Salah satunya melalui Multipolar yang telah berinvestasi pada 40 perusahaan teknologi.

Merujuk perkembangan teknologi di Tiongkok, tempat lahirnya raksasa teknologi seperti Alibaba dan Tencent yang telah memunculkan reinvestasi yang tumbuh pesat, ia meyakini bahwa Indonesia juga akan mengarah ke sana.

Dengan mengandalkan Venture Capital, perusahaan modal ventura di bawah naungan Multipolar, ia mengaku telah menerapkan empat strategi yang memberikan nilai lebih kepada Grup Lippo. Di antaranya investasi dilakukan sejak awal perusahaan teknologi dibentuk dan membutuhkan pertolongan modal.

Strategi selanjutnya adalah berinvestasi pada perusahaan-perusahaan rintisan teknologi yang telah mapan dan besar, terutama entitas perusahaan terbuka atau yang sedang melaksanakan pre-initial public offering (IPO) seperti Bukalapak, Tokopedia, dan Gojek.

Kemudian, berperan sebagai mitra lokal strategis perusahaan-perusahaan raksasa digital dari luar negeri seperti perkembangan OVO bersama Grab. Terakhir, membangun jejaring dengan perusahaan-perusahaan digital seperti kerja sama antara Tokopedia dengan jaringan ritel Matahari.

Di samping itu, lanjut John, transformasi yang dijalankan Multipolar juga dibarengi dengan rancangan pendanaan yang cukup kuat. Pihaknya mengandalkan sumber investasi dari profit dan dividen dari internal Multipolar.

“Jadi, bagi investor Multipolar, kami selalu terbuka dan berkomitmen memajukan perusahaan pada era digital ini,” imbuhnya.

Berita Terkait