Penemuan Bukti Gempa Bumi Terbesar Sepanjang Sejarah

20 April 2022 22:35 WIB

Penulis: Fadel Surur

Editor: Rizky C. Septania

Kelompok arkeolog berhasil menemukan bukti-bukti mengenai kejadian gempa bumi terbesar dalam sejarah. (Pixabay)

CHILE- Kelompok arkeolog berhasil menemukan bukti adanya gempa terbesar dalam sejarah manusia dalam penelitian terbaru di pantai Chile.

Berdasarkan jurnal penelitian yang rilis pada 6 April lalu yang dikutip TrenAsia.com dari Live Science, gempa mengerikan itu memiliki kekuatan 9,5 skala richter dan mengakibatkan tsunami sepanjang 8.000 km. 

Penyebab gempa yang terjadi sekitar 3.800 tahun lalu di bagian utara Chile adalah retakan lempeng tektonik yang mengangkat garis pantai kawasan itu. 

Tsunami yang diakibatkan dari gempa ini menghasilkan ombak setinggi 20 meter. Menurut peneliti, ombak dahsyat itu bahkan sampai di Selandia Baru dan mampu mengangkut batuan seukuran mobil ke daratan.  

Sampai saat ini, gempa bumi terbesar yang tercatat adalah gempa bumi Valdivia tahun 1960 yang melanda Chile bagian selatan. Kekuatan guncangan yang dihasilkan adalah antara 9,4 dan 9,6 skala richter dengan korban mencapai 6.000 jiwa dan tsunami yang melintasi Samudra Pasifik. 

Retakan penyebab gempa Valdivia yang dihasilkan sangat besar dengan panjang 800 km. 

Jika dibandingkan, gempa besar kuno yang baru ditemukan itu berasal dari retakan yang memiliki panjang 1.000 km.

"Menurut perkiraan tidak mungkin ada peristiwa sebesar itu di bagian utara negara itu karena Anda tidak bisa mendapatkan retakan yang cukup panjang," ujar James Goff, ahli geologi di University of Southampton di Inggris dan salah satu penulis penelitian.

Kedua gempa termasuk dalam jenis gempa terkuat di dunia yang dikenal sebagai gempa megathrust. Gempa jenis ini muncul akibat tabrakan dua lempeng tektonik Bumi yang berakhir dengan posisi tumpang tindih. Namun, gaya yang menyebabkan lempeng-lempeng itu bertabrakan terus bertambah setelah tabrakan.

Bukti gempa bumi ini ditemukan pada penemuan benda-benda laut dan pesisir seperti endapan litoral (batu besar, kerikil, dan pasir daerah pesisir) dan batuan laut, kerang, dan kehidupan laut yang terlantar di pedalaman Gurun Atacama, Chile.

“Kami menemukan benda-benda itu di tempat yang tinggi dan jauh ke pedalaman, jadi tidak mungkin terbawa oleh badai,” kata James.

Para peneliti menggunakan radiocarbon dating untuk mengetahui penyebab benda-benda itu terbawa sejauh itu dari lautan. Metode ini melibatkan pengukuran jumlah karbon 14, sebuah isotop karbon radioaktif, yang ditemukan pada material untuk mengetahui usianya. 

Waktu yang dibutuhkan sebagian dari karbon 14 untuk meluruh secara radioaktif adalah 5.730 tahun. Sehingga ideal bagi para ilmuwan dengan memeriksa berapa banyak karbon 14 yang tidak terurai pada setiap material.

Para peneliti menemukan bahwa usia 17 material ‘nyasar’ dari tujuh situs galian di pantai utara Chile itu tersapu ke daratan sekitar 3.800 tahun yang lalu.

Bukti selanjutnya adalah bentuk struktur batu kuno yang digali para arkeolog. Batu-batu ini ditemukan tergeletak di bawah endapan tsunami dan menghadap ke laut dalam posisi terbentang ke belakang. Artinya, batu-batuan yang disusun oleh manusia ini roboh akibat arus balik tsunami.

Gempa dahsyat ini juga mengakibatkan populasi manusia untuk meninggalkan garis pantai selama 1.000 tahun. Ini menakjubkan mengingat mereka masih sangat tergantung terhadap laut untuk makanan. 

“Pekerjaan arkeologi kami menemukan adanya pergolakan sosial yang besar ketika penduduk bergerak ke pedalaman yang jauh dari jangkauan tsunami,” kata Goff. 

Para peneliti masih akan mencoba untuk mengungkap lebih banyak dari wilayah tersebut mengingat ini merupakan penemuan gempa dan tsunami tertua di dunia. 

Berita Terkait