Pendapatan Underwriting Tumbuh 7,5 Persen, Tugu Insurance Raup Laba Rp229 Miliar pada Kuartal III-2021

07 November 2021 11:00 WIB

Penulis: Muhamad Arfan Septiawan

Editor: Vega Aulia

PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) meraup laba konsolidasian tahun berjalan sebesar Rp229 miliar per akhir September 2021. / Foto: tugu.com

JAKARTA - PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk mencatatkan kinerja positif pada kuartal III-2021. Emiten bersandi saham TUGU ini meraup laba konsolidasian tahun berjalan sebesar Rp229 miliar per akhir September 2021.

Performa positif Tugu Insurance ini dikontribusikan dari perolehan pendapatan underwriting yang tumbuh 7,5% year on year (yoy). Pendapatan underwriting perseroan naik dari Rp1,4 triliun pada kuartal III-2020 menjadi Rp1,5 triliun pada kuartal III-2021.

Selain itu, TUGU merealisasikan hasil investasi sebesar Rp233 miliar, melesat 17,8% yoy dari posisi kuartal III-2020 yang hanya Rp198 miliar. Adapun produk asuransi kebakaran menjadi tumpuan utama perseroan dalam mendulang pendapatan premi. 

Hingga kuartal III-2021, produksi premi pada induk perusahaan yang dikontribusikan dari Class of Business (COB) asuransi kebakaran tumbuh 61% yoy.  Premi produk ini naik dari Rp593 miliar pada kuartal III-2020 menjadi Rp955 miliar pada kuartal III-2021.

Sementara itu, premi asuransi kendaraan bermotor hingga akhir September 2021 parkir di angka Rp233 miliar atau naik 62% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp144 miliar. Presiden Direktur Tugu Insurance Indra Baruna mengatakan pemulihan ekonomi semakin memberikan kesempatan pada masyarakat untuk lebih melek asuransi.

Menurutnya, semakin banyak masyarakat yang tidak ragu lagi untuk memberikan proteksi dengan mendaftar asuransi. Dirinya pun optimistis TUGU bisa memberikan customer journey kepada tertanggung dengan lebih baik.

“Memulihnya ekonomi di Indonesia akan berpengaruh terhadap peningkatan konsumsi masyarakat, momen ini akan dipergunakan oleh Tugu Insurance memasarkan produknya kepada pelanggan yang membutuhkan perlindungan,” jelas Indra dalam keterangan tertulis, dikutip Minggu, 7 November 2021.

Di tengah kinerja keuangan yang ciamik, Indra bilang perseroan tengah fokus melakukan perbaikan percepatan pertanggungan bagi nasabahnya. Hal ini diimplementasikan dengan optimalisasi dari segi teknologi.

“Tentunya ini harus disertai dengan nilai tambah yang diberikan oleh perusahaan, dan Tugu Insurance dalam hal ini mengedepankan implementasi teknologi untuk memberikan kecepatan dan kemudahan dalam pelayanan bagi pelanggannya," ujar Indra.

Dalam hal layanan operasional, Tugu Insurance terus mengoptimalkan fungsi cabang dan Point of Sales Services (POSS) untuk hadir lebih dekat kepada pelanggan yang tersebar di seluruh Indonesia. Selain itu, konsolidasi dengan induk usahanya, PT Pertamina (Persero) diyakini bisa berimplikasi positif terhadap kinerja bisnis TUGU.

“Sinergi Tugu Insurance dengan induk perusahaan Pertamina dan Anak Perusahaan masih menjadi salah satu prioritas dalam target memasarkan produknya. Sementara untuk beberapa jalur distribusi dengan menggunakan platform digital yang saat ini berkembang pesat juga terus dibangun,” tegas Indra.

Indra membeberkan total produksi premi induk perusahaan di segmentasi bisnis ritel mencapai Rp304 miliar turut mengalami pertumbuhan sebesar 43% yoy. Di sisi lainnya, aset Tugu Insurance tercatat Rp20,8 triliun, naik 6,9% yoy.

Kinerja bisnis yang merangkak naik turut mendongkrak nilai ekuitas perseroan sebesar 2,6% yoy dari Rp8,5 triliun pada kuartal III-2020 menjadi Rp8,7 triliun pada kuartal III-2021. Dari aspek kesiapsiagaan, TUGU mencatatkan tingkat induk Risk Based Capital (RBC) 451,73% atau melampaui threshold Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang sebesar 120%. 

Berita Terkait