Pendapatan Turun Tipis Selama 2021, Semen Indonesia (SMGR) Raup Laba Bersih Rp2,1 Triliun

01 Maret 2022 13:33 WIB

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Editor: Fakhri Rezy

Manajemen PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. tengah melakukan rebranding menjadi SIG. / Facebook @semenindonesiagroup

JAKARTA – Emiten pelat merah PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) mencatat kinerja kurang memuaskan selama tahun 2021. Volume penjualan perseroan terpantau menurun, dan berdampak pada keuntungan perseroan yang menyusut.

Melalui laporan keuangan yang dirilis Selasa, 1 Maret 2022, pendapatan SMGR turun sekitar 0,61% year-on-year (yoy) menjadi Rp34,96 triliun per 31 Desember 2021 dari Rp35,17 triliun pada tahun sebelumnya.

Di tengah penjualan yang cenderung stagnan, beban pokok pendapatan perseroan justru meningkat 2,81% yoy dari Rp23,35 triliun menjadi Rp24 triliun pada tahun lalu. Pos beban operasi lainnya menjadi satu-satunya beban yang meningkat dengan nilai Rp4,41 miliar menjadi Rp44,70 miliar.

Dengan begitu, Semen Indonesia membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp2,08 triliun sepanjang 2021. Nilai ini merosot 27,62% yoy dibandingkan dengan realiasi laba bersih tahun 2020 sebanyak Rp2,79 triliun.

Sementara itu, perseroan sukses menekan jumlah liabilitas mencapai 13,88% dari Rp40,57 triliun menjadi hanya Rp34,94 triliun pada akhir Desember tahun lalu. Di sisi lain, total ekuitas naik 11,58 menjadi Rp39,78 triliun berbanding Rp35,65 triliun pada tahun 2020.

Adapun jumlah aset yang tercatat sepanjang 2021 senilai Rp76,50 triliun atau menyusut 1,93% yoy dari Rp78,01 triliun pada tahun sebelumnya. Sedangkan, kas dan setara kas SMGR hingga 31 Desember 2021 sekitar Rp2,47 triliun.

Melansir data RTI Business, saham SMGR naik 1,04% menuju level harga Rp7.275 per lembar pada penutupan perdagangan sesi pertama, Selasa, 1 Maret 2022. Pada kesempatan yang sama, kapitalisasi pasarnya mencapai Rp43,15 triliun.

Berita Terkait