Pendapatan Turun, SMRA Tak Bagi Dividen untuk Tahun Buku 2020

25 Agustus 2021 12:46 WIB

Penulis: Aprilia Ciptaning

Editor: Amirudin Zuhri

Nampak sejumlah penikmat serta pelaku usaha kopi saling berinteraksi dalam acara Kopi Craft Indonesia yang berlangsung Sumarecon Mal Serpong, Sabu 5 Juni 2021. Foto : Panji Asmoro/TrenAsia

JAKARTA – Perusahaan property PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) memutuskan tidak membagikan dividen kepada para pemegang saham untuk tahun buku 2020. Kesepakatan ini disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar kemarin, 24 Agustus 2021.

Dalam keterbukaan informasi perseroan di Bursa Efek Indonesia (BEI), perseroan menyetujui penggunaan total penghasilan komprehensif 2020, yaitu sebesar Rp232,4 untuk dua hal.

“Pertama, Rp2,3 miliar akan disisihkan sebagai dana cadangan. Kedua, sisa Rp230 miliar akan dimasukan sebagai laba ditahan untuk keperluan modal kerja,” mengutup keterangan tersebut, Rabu, 25 Agustus 2021.

Diketahui, kinerja perseroan sepanjang 2020 mencatatkan penurunan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar 65,18% menjadi Rp179,83 miliar di 2020 dari sebelumnya Rp514,98 miliar.

Dalam laporan keuangan perseroan, terjadi pembengkakan biaya keuangan sebesar 29,77% menjadi Rp1,03 triliun. Padahal, pada tahun sebelumnya, biaya keuangan hanya mencapai Rp795,24 miliar.

Pembengkakan ini disebabkan oleh pembayaran bunga dari pendapatan kontrak sebesar Rp277,45 miliar sepanjang 2020. Sementara itu, pada tahun sebelumnya tidak ada pos biaya ini.

Pendapatan turun sepanjang 2020

Secara umum, pendapatan SMRA turun 15,34% menjadi Rp5,02 triliun pada 2020. Pada periode sebelumnya, perusahaan berhasil mencatatkan pendapatan sebesar Rp5,94 triliun.

Di sisi arus kas, SMRA menggunakan kas bersih untuk aktivitas operasi sebesar Rp22,93 miliar. Padahal, perusahaan berhasil mendapatkan kas bersih sebesar Rp504,74 miliar dari aktivitas operasi di tahun sebelumnya.

Adapun kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan meroket 127,84% menjadi Rp494,42 miliar dari sebelumnya Rp217 miliar. Adapun, kas neto yang digunakan untuk aktivitas investasi turun 17,5% menjadi Rp479,43 miliar dari sebelumnya Rp581,17 miliar.

Liabilitas perusahaan turun tipis 5,64% menjadi Rp15,84 triliun dari sebelumnya Rp14,99 triliun. Liabilitas jangka panjang membengkak 25,2% menjadi Rp7,48 triliun dari sebelumnya Rp5,97 triliun. Liabilitas jangka pendek turun menjadi Rp8,36 triliun dari sebelumnya Rp9,02 triliun.

Ekuitas SMRA pun turun tipis 3,87% menjadi Rp9,09 triliun. Di tahun sebelumnya, ekuitas SMRA tercatat sebesar Rp9,45 triliun.

Alhasil, total aset perusahaan tercatat Rp24,92 triliun, naik tipis dari sebelumnya Rp24,44 triliun. Rinciannya, aset lancar sebesar Rp11,89 triliun dan aset tidak lancar sebesar Rp13,03 triliun. 

 

Berita Terkait