Pendapatan Turun, Laba Wijaya Karya Bangunan Berhasil Naik Tipis Jadi Rp100,9 Miliar

30 Agustus 2021 16:56 WIB

Penulis: Aprilia Ciptaning

Editor: Amirudin Zuhri

PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk. (WEGE) Menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2019 di Best Western Premier
The Hive Jalan D.I. Panjaitan Kav. 3-4 Jakarta, Selasa, 31 Maret 2020 / Dokumentasi Wika Gedung

JAKARTA - Anak usaha PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA), PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) mencatat penurunan pendapatan sebesar 21% year-on-year (yoy) sepanjang semester I-2021.

Pendapatan yang dibukukan pada periode ini turun dari Rp1,71 triliun per semester I-2020, menjadi Rp1,35 triliun per semester I-2021.

Penyebabnya dipengaruhi oleh penurunan pendapatan dari jasa konstruksi, dari Rp1,6 triliun per semester I-2020 menjadi Rp1,32 triliun sepanjang enam bulan pertama tahun ini.

Selain itu, pendapatan dari properti juga turun dari Rp4,9 miliar menjadi Rp4,6 miliar. Adapun pendapatan konsesi dan industri masing-masing menyumbang Rp10,3 miliar dan Rp14,6 miliar pada periode ini.

Meskipun demikian, perseroan berhasil menekan beban pokok pendapatan menjadi rugi Rp1,2 triliun. Per semester I tahun lalu, rugi dari pos ini tercatat sebesar Rp1,5 triliun.

Selanjutnya, laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga naik meski tipis. Jumlahnya menjadi Rp100,9 miliar dibandingkan dengan Rp96,6 miliar per semester I-2020.

Per Juni 2021, total liabilitas WEGE menyusut jadi Rp3,4 triliun dibandingkan dengan Rp3,8 triliun per akhir tahun lalu. Sebaliknya, total ekuitas tercatat naik menjadi Rp2,27 triliun dari sebelumnya Rp2,19 triliun per Desember 2020.

Kas dan setara kas WEGE per semester I-2021 turun menjadi Rp791 miliar, dari Rp1,5 triliun per akhir tahun lalu. Alhasil total aset perseroan juga ikut turun dari Rp6 triliun per Desember 2020 menjadi Rp5,7 triliun per semester I-2021.

Sebagai informasi, perseroan belum lama ini melaporkan penyelesaian atas pembangunan Rumah Sakit (RS) Modular Tanggap Darurat COVID-19 di Tanjung Duren, Jakarta Barat seluas 11.300 m2 .

WEGE sebelumnya juga menggarap pembangunan empat rumah sakit modular selama pandemi COVID-19. Proyek itu antara lain RS Khusus Infeksi Pulau Galang, RS Pertamedika Modular Cempaka Putih, RSPP Extension Simprug, dan RS Covid 19 Lamongan. 

Tidak hanya itu, WEGE juga telah menggarap lima proyek renovasi (alih fungsi) Rumah sakit. Proyek itu terdiri dari RSCM Kiara Jakarta, RS Antam Medika Jakarta, RS Pertamina Jaya Jakarta, dan RSPTI Unair Surabaya.  Bahkan, belum lama ini, bagian dari WIKA Grup ini juga telah menyelesaikan renovasi Asrama Haji Pondok Gede Jakarta menjadi RS Darurat COVID-19. 

Berita Terkait