Pendapatan Turun, Laba Bersih Elnusa Anjlok 69,2 Persen Jadi Rp40,15 Miliar

10 Agustus 2021 16:07 WIB

Penulis: Reza Pahlevi

Editor: Rizky C. Septania

Logo PT Elnusa Tbk.

JAKARTA – Emiten jasa migas PT Elnusa Tbk (ELSA) mencatatkan penurunan pendapatan 4,74% menjadi Rp3,71 triliun pada semester I-2021. Pada periode yang sama tahun lalu, ELSA mencatat pendapatan sebesar Rp3,89 triliun.

Mengutip laporan keuangan interim ELSA, Selasa, 10 Agustus 2021, perusahaan hanya berhasil menekan beban pokok pendapatan 1,35% menjadi Rp3,43 triliun pada semester I-2021. Pada semester I-2020, beban pokok pendapatan tercatat sebesar Rp3,48 triliun.

Laba bruto pun merosot 32,74% menjadi Rp281,97 miliar pada semester I-2021. Jumlah ini lebih kecil dari laba bruto pada semester I-2020 yang sebesar Rp419,27 miliar.

Laba sebelum pajak final dan pajak penghasilan pun melorot 57,2% menjadi Rp86,04 miliar pada enam bulan pertama 2021 ini. Pada periode yang sama tahun lalu, ELSA mencatat laba Rp201,11 miliar di pos ini.

Akhirnya, laba bersih yang dapat diatribuskan kepada pemilik entitas induk ELSA pun anjlok 69,2% menjadi Rp40,15 miliar. Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, ELSA berhasil mencatat laba bersih sebesar Rp130,35 miliar.

Hingga semester I-2021, terdapat penurunan kas dan setara kas sebesar Rp220,94 miliar. ELSA mendapat kas bersih dari aktivitas operasi sebesar Rp312,14 miliar, menggunakan kas bersih untuk investasi sebesar Rp165,18 miliar, dan menggunakan Rp375,26 miliar untuk pendanaan.

Penurunan kas dan setara kas tersebut membuat posisi kas akhir periode ELSA menjadi Rp1,01 triliun sepanjang semester I-2021. Pada awal periode, posisi kas ELSA tercatat sebesar Rp1,23 triliun.

Terdapat penurunan aset sebesar 6,3% menjadi Rp7,09 triliun pada semester I-2021, lebih rendah dari posisi aset akhir 2020 yang sebesar Rp7,56 triliun. Aset lancar tercatat sebesar Rp3,6 triliun dan aset tidak lancar sebesar Rp3,48 triliun.

Liabilitas ELSA tercatat sebesar Rp3,3 triliun, lebih rendah dari akhir 2020 yang sebesar Rp3,82 triliun. Liabilitas jangka pendek tercatat Rp2,34 triliun dan jangka panjang Rp962,14 miliar. Sementara itu, ekuitas tercatat sebesar Rp3,78 triliun.

Berita Terkait