Pendapatan Tumbuh, Lippo Karawaci Justru Bukukan Rugi Rp263 Miliar per Semester I-2021

05 Agustus 2021 13:46 WIB

Penulis: Aprilia Ciptaning

Editor: Amirudin Zuhri

Lippo Village. / Dok. Lippo Karawaci

JAKARTA - Emiten properti milik konglomerat Mochtar Riady, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) membukukan rugi yang diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar Rp263 miliar sepanjang semester I-2021. Jumlah ini membaik jika dibandingkan dengan rugi periode yang sama tahun lalu, yakni mencapai Rp1,25 triliun.

Meskipun demikian, pendapatan Lippo berhasil terdongkrak 35,8% year-on-year (yoy) menjadi Rp7,1 triliun per semester I-2021. Diketahui, pendapatan perusahaan per semester I tahun lalu sebesar Rp5,3 triliun.

CEO Lippo John Riady mengatakan, kenaikan pendapatan ini didukung oleh pendapatan real estate development yang naik 47% yoy menjadi Rp1,9 triliun dibandingkan periode yang sama 2020 sebesar Rp1,32 triliun.Selain itu, penguatan ini juga didukung oleh hasil prapenjualan kuartal II-2021 yang tumbuh 193% menjadi Rp1,02 triliun.

“Kami optimistis target prapenjualan 2021 yang sebesar Rp3,5 triliun akan tercapai melalui peluncuran produk baru,” mengutip keterbukaan informasi perseroan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis, 5 Agustus 2021.

John bilang, pendapatan ini juga didukung oleh penyelesaian pembangunan klaster rumah tapak Waterfront di Cikarang. Kemudian, handover unit apartemen di Holland Village Jakarta, Embarcadero di Bintaro, Hillcrest and Fairview Towers di Lippo Village, dan Orange County Cikarang, juga menyumbang 67,1% dari pendapatan.

Di pilar bisnis real estate management and services, pendapatan Lippo pun tumbuh sebesar 33% menjadi Rp5,27 triliun dari sebelumnya Rp3,96 triliun.

Namun, beban pokok pendapatan Lippo ikut naik, nilainya membangkak dari minus Rp3,21 triliun menjadi minus Rp4,14 triliun.

Begitu pula total liabilitas yang naik dari Rp28,2 triliun per akhir 2020, menjadi Rp41,2 triliun pada periode ini. Sebaliknya, total ekuitas pada periode ini turun menjadi Rp22,6 triliun, dari sebelumnya Rp51,8 triliun per akhir 2020.

Adapun EBITDA perusahaan pada semester I-2021 tumbuh hingga 102,4% yoy menjadi Rp1,96 triliun, dari Rp969 miliar per semester I-2020. Total aset Lippo pada periode ini tercatat sebesar Rp63,8 triliun, naik dari Rp51,8 triliun per Desember 2020.

Berita Terkait