Pendapatan Tergerus, Tapi Laba Bersih AKR Corporindo Tetap Tumbuh 17,72 persen

JAKARTA – Emiten distributor bahan bakar minyak (BBM) dan bahan kimia, serta penyedia layanan logistik Indonesia PT AKR Corpororindo membukukan penurunan pendapatan di tengah pandemi COCID-19.

Sepanjang sembilan bulan pertama 2020, pendapatan emiten bersandi AKR ini turun 8,31% secara tahunan (year on year/yoy) dari Rp15,12 triliun menjadi Rp13,12 triliun.

Menukil laporan keuangan perusahaan, penurunan terjadi pada bisnis perdagangan dan distribusi BBM sebesar 10,03% yoy. Dari Rp14,13 triliun menjadi Rp12,72 triliun. Padahal. segmen ini berkontribusi sekitar 91,72% pada pendapatan perusahaan.

Selain itu, penurunan juga terjadi pada bsnis pabrikan yang melorot 20,94% dari Rp337,82 miliar menjadi Rp267,08 miliar.

Sebaliknya, bisnis jasa logistik mengalami peningkatan 2,87% dari Rp587,05 miliar menjadi Rp603,88 miliar.

Pun demikian dengan bisnis tanah kawasan industri dan lainnya yang naik lebih dari tiga kali lipat menjadi Rp276,27 miliar dari sebelumnya Rp61,01 miliar.

Kenaikan pada dua segmen ini menyokong laba bersih sehingga berhasil mencatatkan pertumbuhan positif di kuartal III-2020. Tercatat, laba bersih AKR Corporindo tumbuh 17,72% dari Rp521,97 miliar menjadi Rp685,3 miliar.

Kenaikan laba bersih ini berjalan seiringan dengan tumbuhnya laba kotor perusahaan dan turunnya beban penjualan. Hingga September 2020, perusahaan berhasil mencatatkan laba bruto Rp1,47 triliun. Nilai ini naik 14,69% dari pencapaian laba bruto di periode yang sama tahun sebelumnya Rp1,28 triliun.

Di sisi lain, perusahaan berhasil membukukan penurunan beban penjualan sebesar 54,54% dari Rp81,33 miliar menjadi Rp36,97 miliar.

Liabilitas Turun

Dari pos aset, perseroan membukukan penurunan sebesar 14,25% dari Rp21,4 triliun menjadi Rp18,35 triliun.

Lalu dari sisi ekuitas, AKR Corporindo hanya mencatatkan penurunan tipis 2,33% dari Rp10,06 triliun menjadi Rp10,3 triliun.

Sedangkan dari sisi liabilitas, terjadi penurunan yang cukup dalam 29,02% dari Rp11,34 triliun menjadi Rp8,04 triliun.

Direktur AKR Corporindo Termurti Tiban menjelaskan, penyusutan liabilitas ini terjadi karena penurunan utang usaha perseroan dari pembelian BBM.

“Hal ini sejalan dengan menurunnya rata-rata harga minya dunia dibandingkan periode sebelumnya,” pungkas Termurti dalam keterangan resminya dinukil Selasa, 27 Oktober 2020.

Sementara itu, pada perdagangan Senin, 26 Oktober 2020, saham AKRA ditutup di menguat 10 poin ke level Rp2.630 per lembar. Kapitalisasi pasarnya hingga saat ini telah mencapai Rp10,8 triliun.

Sebagian besar saham AKRA masih digenggam oleh PT Arthakencana Rayataam dengan kepimilikan sebesar 59,6%. Sisanya, 38,06% dimiliki oleh investor publik dan sebagian kecil lainnya dimiliki oleh investor individu.

Tags:
bisnis logistikHeadlinelogistik bbmpenyedia layanan logistik Indonesiapt akr corporindo tbk
Fajar Yusuf Rasdianto

Fajar Yusuf Rasdianto

Lihat Semua Artikel ›

%d blogger menyukai ini: